Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Megawati Semprot Buzzer: Nggak Ngerti Sistem, Sok Ngomong!

Megawati Semprot Buzzer: Nggak Ngerti Sistem, Sok Ngomong! Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa partainya bukan merupakan oposisi dari pemerintahan Presiden Prabowo Subanto.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati dalam cara Ekspose Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II yang digelar BPIP, Senin (10/8/2026).

Dalam pidatonya, Megawati menekankan bahwa Indonesia menganut sistem presidensial yang tidak mengenal istilah oposisi maupun koalisi, berbeda dengan sistem parlementer.

"Yang namanya negara kita ini kan namanya adalah dengan sistem presidensial, betul atau tidak? Betul toh, kok saya selalu diomongin oposisi. Memangnya ada di dalam sistem presidensial? No oposisi, tidak ada koalisi," kata Megawati, dikutip Kamis (13/8).

Megawati juga mengungkapkan percakapannya dengan Presiden Prabowo. Ia menegaskan secara langsung bahwa PDIP tidak akan masuk kabinet dan memilih berada di luar sebagai penyeimbang.

"Makanya saya katakan 'Pak Prabowo, Mas Presiden, saya minta untuk...', saya datang benar ngomong baik-baik saya tidak akan ditawari untuk masuk, 'Saya tidak masuk ke kabinet, Pak, terima kasih banget, saya akan berada di luar sebagai penyeimbang'. Dengerin tuh semua, saya bukan oposisi tahu, enak aja!" tegas Megawati.

Baca Juga: Soal Polemik Ijazah Jokowi, Megawati: Pencalonan dari Wali Kota hingga Presiden Bukan Salah PDIP

Selain itu, Megawati menyoroti peran buzzer yang menurutnya kerap memelintir posisi PDIP. Ia menyebut mereka tidak memahami sistem pemerintahan dengan benar.

"Ngerti opo nggak oposisi kui opo? Saya bilang penyeimbang, terus ada yang bilang buzzer 'penyeimbang apa?', g*** ini si buzzer, nggak pernah baca dia, eh iya dong, kenapa nggak boleh? Artinya apa, kalau benar saya benarkan, kalau nggak tentu masa saya nggak boleh ngomong, terus mau dijadiin apa? Masuk arsip loh, iya dong, buat apa ini ada, Pak, arsip," ujar Megawati.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya