Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Terimbas Karhutla RI, TK di Singapura Sampai Batasi Aktivitas Siswanya

Terimbas Karhutla RI, TK di Singapura Sampai Batasi Aktivitas Siswanya Kredit Foto: Antara/Auliya Rahman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Taman Kanak-Kanak (TK) di Singapura mulai mengambil langkah antisipasi menghadapi potensi kabut asap yang melanda negara tersebut. Sejumlah prasekolah memantau kualitas udara secara berkala dan menyiapkan kegiatan alternatif bagi anak-anak.

Beberapa pusat prasekolah memantau data kualitas udara dari Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA). EtonHouse Pre-School Upper Bukit Timah bahkan memeriksa kondisi udara setiap dua jam.

Sekolah tersebut akan menghentikan seluruh aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Anak-anak kemudian akan diarahkan mengikuti kegiatan di dalam ruangan yang telah dilengkapi alat penjernih udara.

"Saat ini kami telah menyediakan masker untuk anak-anak dan staf, tetapi itu sangat bergantung pada situasi," kata Kepala Sekolah EtonHouse Pre-School Upper Bukit Timah Natalie Loh, dikutip Channel News Asia, Rabu (12/8).

Loh mengatakan pihak sekolah juga siap menambah persediaan masker jika kondisi kabut asap semakin memburuk. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan anak-anak dan para staf.

Kebijakan serupa disiapkan Little Seeds Preschool. Sekolah tersebut menyiapkan berbagai kegiatan dalam ruangan apabila waktu bermain di luar harus dihentikan.

"Tetap berada di dalam ruangan bukan hanya sekadar menunggu di dalam ruangan. Kami sudah menyiapkan berbagai kegiatan untuk anak-anak," kata kepala sekolah eksekutif senior Dianne Swee-Seet.

Kegiatan yang disiapkan meliputi aktivitas musik dan mendongeng. Sekolah juga menyediakan pusat pembelajaran serta ruang khusus untuk kegiatan seni dan konstruksi.

Setiap ruang kelas dan ruang aktivitas di Little Seeds Preschool turut dilengkapi alat penjernih udara. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menjaga kualitas udara ketika anak-anak harus beraktivitas di dalam ruangan.

Baca Juga: Karhutla 4 Hektare di Bengkalis, Polda Riau Tetapkan 2 Tersangka

Kewaspadaan Singapura tidak lepas dari potensi kabut asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara. Singapore Institute of International Affairs menyebut Singapura termasuk negara yang memiliki risiko tinggi terdampak kabut asap tersebut.

Risiko kabut asap lintas batas diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus dan September. Kondisi itu membuat sejumlah sekolah mulai menyiapkan langkah pencegahan sebelum kualitas udara memburuk.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: