Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Respons soal Persaingan TNI vs Polri: Itu yang Kita Inginkan

Prabowo Respons soal Persaingan TNI vs Polri: Itu yang Kita Inginkan Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung hubungan TNI dan Polri saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama MPR-DPR-DPD. Alih-alih melihat persaingan sebagai sesuatu yang buruk, Prabowo justru menginginkan kedua institusi tersebut berlomba menunjukkan prestasi terbaik.

Prabowo bahkan berkelakar bahwa dirinya bisa membuat salah satu pihak merasa resah ketika memberikan pujian kepada pihak lainnya. Menurutnya, situasi tersebut justru dapat menjadi bentuk kompetisi yang sehat.

"Kalau saya puji TNI, Kapolri agak resah. Saya puji Kapolri, TNI agak resah. Ini yang kita kehendaki, kompetisi yang baik. Jadi, mereka bersaing dalam kebaikan untuk mencapai prestasi yang lebih baik lagi," kata Prabowo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"TNI dan Polri berkompetisi dalam kebaikan. Itu yang kita inginkan. Kompetisi baik dalam kebaikan," ujar Prabowo.

Baca Juga: Pemerintah Dibilang Gak Becus, Prabowo: Menteri Saya Kerja Keras sampai Pingsan!

Ia kemudian menyinggung pembangunan fasilitas pendidikan yang dilakukan masing-masing institusi. Kementerian Pertahanan telah memiliki sejumlah SMA Taruna Nusantara yang sudah beroperasi di Magelang, Cimahi, Malang, Pager Alam, IKN, dan Minahasa.

Di sisi lain, Polri bersama Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara (LPKTB) juga telah menyelesaikan pembangunan satu kampus SMA Taruna Bhayangkara.

Namun, pesan Prabowo kepada TNI dan Polri tak berhenti pada urusan kompetisi prestasi. Dalam kesempatan yang sama, ia meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berani menertibkan anak buah masing-masing, terutama jika berkaitan dengan dugaan aktivitas tambang ilegal.

Prabowo menyoroti keberadaan 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung (Babel) yang disebut telah ditutup pemerintah pada akhir 2025. Ia mempertanyakan bagaimana aktivitas sebanyak itu bisa berlangsung tanpa diketahui aparat.

"Masa 1.000 tambang, pejabat TNI dan pejabat Polri enggak tahu?" ucapnya.

Baca Juga: Prabowo Bahas MBG di Sidang Tahunan, Pesannya Keras untuk Calon Koruptor

Prabowo kemudian menekankan bahwa keberanian menertibkan jajaran sendiri merupakan salah satu ciri pemimpin yang baik. 

"Saya bicara atas nama rakyat Indonesia. Ini wakil-wakil rakyat semua di sini. Pemimpin yang baik, pemimpin yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri," ungkap Prabowo.

Menurutnya, mengambil tindakan terhadap anak buah bukan perkara mudah. Ada kalanya keputusan tersebut menimbulkan rasa sedih, terlebih ketika orang yang harus ditindak merupakan sosok yang sebelumnya dipercaya, diberi penghargaan, bahkan baru saja mendapatkan kenaikan pangkat.

Prabowo mengaku pernah berada dalam situasi tersebut. Namun, sebagai presiden yang telah mengucapkan sumpah jabatan, ia menilai kepentingan rakyat dan negara harus ditempatkan di atas perasaan pribadi.

"Kadang-kadang kita sedih, anak buah yang kita sayang, yang baru saja kita beri bintang, naikkan pangkat, harus kita tindak. Tapi demi rakyat, demi negara, demi bangsa, harus kita lakukan," tegas Prabowo.

Ia pun meminta Panglima TNI dan Kapolri benar-benar mengusut keberadaan tambang ilegal. Prabowo menilai sulit dipercaya apabila aktivitas ilegal dalam jumlah besar berlangsung tanpa diketahui aparat yang berada di wilayah tersebut.

"Saya minta benar-benar Panglima TNI dan Kapolri, usut. Tidak mungkin seribu tambang berjalan ilegal tanpa pejabat kepolisian dan pejabat polisi," ungkapnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri