Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kembangkan Personal Care Modern, AGZO Eksplorasi Bahan Natural

Kembangkan Personal Care Modern, AGZO Eksplorasi Bahan Natural Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perkembangan industri personal care membuat konsumen semakin memperhatikan bahan yang digunakan dalam produk perawatan diri. Akses informasi yang semakin luas membuat masyarakat lebih mudah mengenali berbagai bahan alami maupun bahan yang dikembangkan melalui pendekatan formulasi modern.

Perubahan perilaku konsumen tersebut turut menjadi perhatian AGZO, brand personal care berbasis di Tulungagung, Jawa Timur, yang mulai dikembangkan sejak 2024. AGZO membangun identitas dengan menggabungkan pendekatan halal dan natural dalam pengembangan produknya.

Founder AGZO, Abdu Sholeh, mengatakan eksplorasi bahan natural dilakukan untuk membangun identitas brand yang memiliki kedekatan dengan kekayaan bahan alami sekaligus tetap relevan dengan perkembangan industri personal care modern.

“AGZO ingin melihat bahan natural bukan sekadar sebagai tren. Kami tertarik mempelajari bagaimana bahan yang sudah dikenal masyarakat dapat ditempatkan dalam pengembangan personal care yang lebih modern dan sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini,” ujar Abdu.

Dalam pengembangannya, AGZO mengeksplorasi berbagai bahan, di antaranya habbatussauda atau Nigella sativa, siwak, sea moss, green tea, peppermint, ginseng, rosemary, kopi, argan oil, hingga activated coconut charcoal.

Menurut Abdu, bahan-bahan tersebut memiliki karakter berbeda dan menjadi bagian dari eksplorasi konsep sesuai kebutuhan masing-masing produk. AGZO tidak menempatkan popularitas sebuah bahan sebagai satu-satunya pertimbangan dalam pengembangan formula.

Perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu faktor yang mendorong pendekatan tersebut. Masyarakat kini dapat memperoleh informasi mengenai kandungan personal care melalui media sosial, marketplace, publikasi, maupun berbagai sumber edukasi lainnya.

Kondisi itu membuat konsumen tidak lagi hanya memperhatikan nama produk dan kemasan. Komposisi, karakteristik bahan, cara penggunaan, serta kesesuaian produk dengan kebutuhan pribadi semakin menjadi pertimbangan.

AGZO melihat perubahan tersebut sebagai alasan untuk membangun pengembangan brand yang lebih terbuka terhadap proses pembelajaran. Eksplorasi bahan dilakukan dengan mempertimbangkan relevansinya terhadap konsep produk, bukan semata-mata karena bahan tersebut sedang populer.

Habbatussauda, misalnya, telah lama dikenal dalam berbagai tradisi masyarakat. Sementara itu, sea moss semakin dikenal melalui perkembangan tren wellness global. Ginseng memiliki sejarah panjang dalam pemanfaatan tradisional di Asia, sedangkan rosemary, green tea, peppermint, kopi, dan argan oil juga memiliki karakter masing-masing dalam perkembangan industri perawatan diri.

Pada kategori tertentu, AGZO turut mengeksplorasi siwak dan activated coconut charcoal. Keberagaman tersebut dinilai menunjukkan luasnya sumber inspirasi dalam pengembangan personal care, selama bahan ditempatkan secara tepat dan dikembangkan sesuai kebutuhan formulasi.

Meski mengusung pendekatan natural, AGZO tidak memandang bahan alami sebagai pengganti proses pengembangan produk yang terukur. Asal suatu bahan tidak secara otomatis menentukan kesesuaian produk bagi setiap orang.

Formulasi, konsentrasi, stabilitas, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi tetap menjadi bagian penting dalam proses pengembangan. Karena itu, AGZO juga menghindari pandangan bahwa semakin banyak bahan natural dalam sebuah produk selalu berarti semakin baik.

Setiap formula memiliki tujuan dan karakteristik berbeda sehingga pemilihan bahan perlu disesuaikan dengan fungsi produk yang dikembangkan.

Selain eksplorasi bahan, konsep halal menjadi bagian dari arah pengembangan AGZO. Bagi brand tersebut, konsep halal bukan hanya berkaitan dengan identitas, tetapi juga menjadi salah satu pertimbangan yang relevan bagi konsumen Indonesia ketika memilih produk personal care.

Perjalanan AGZO dari Tulungagung juga menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi digital membuat pengembangan sebuah brand dapat berlangsung dari berbagai daerah. Kanal digital membuka akses terhadap informasi, tren, konsumen, sekaligus saluran distribusi yang lebih luas.

AGZO memanfaatkan perubahan tersebut untuk mempelajari respons pasar. Kanal digital memungkinkan brand mengamati perkembangan preferensi konsumen, kategori yang memperoleh perhatian, hingga pemahaman masyarakat terhadap berbagai istilah dalam industri personal care.

Menurut Abdu, tantangan yang dihadapi adalah menjaga keseimbangan antara mengikuti perkembangan pasar dan mempertahankan arah jangka panjang brand.

“Tren tetap kami pelajari karena dari sana kami bisa melihat perubahan minat masyarakat. Namun, pengembangan AGZO tetap harus memiliki dasar dan arah yang jelas. Kami ingin prosesnya bertahap dan tidak hanya mengikuti apa yang sedang ramai,” kata Abdu.

Di sisi lain, AGZO menilai edukasi menjadi bagian penting dalam perkembangan industri personal care. Konsumen yang memiliki lebih banyak informasi akan semakin kritis terhadap klaim sebuah brand. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan manfaat dan karakteristik produk.

Baca Juga: Industri Kecantikan Indonesia Kian Kompetitif, Pertumbuhan Produk Lokal Capai 55 Persen

Karena itu, AGZO berupaya membangun komunikasi yang menempatkan bahan sebagai bagian dari sebuah formulasi, bukan sebagai dasar untuk memberikan janji hasil secara berlebihan.

Ke depan, AGZO akan terus mengeksplorasi perkembangan bahan natural dan kebutuhan personal care sembari memperkuat identitas halal yang dibangun sejak awal. Proses tersebut akan berjalan bersama pengembangan sistem, pemahaman terhadap konsumen, dan penyesuaian dengan perkembangan industri.

Dari Tulungagung, AGZO ingin terus mempelajari pertemuan antara tradisi, alam, dan perkembangan personal care modern sebagai bagian dari upaya membangun brand untuk jangka panjang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: