Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dedi Mulyadi: Tidak Boleh Lagi Ada Warga Jabar Masuk ke Rumah Sakit, Pulangnya Berhutang

Dedi Mulyadi: Tidak Boleh Lagi Ada Warga Jabar Masuk ke Rumah Sakit, Pulangnya Berhutang Kredit Foto: Biro Adpim Setda Pemdaprov Jabar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyoroti persoalan biaya kesehatan masyarakat dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ia menegaskan pemerintah harus memastikan warga memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus menghadapi persoalan finansial setelah keluar dari rumah sakit.

Dedi bahkan menyampaikan target yang tegas: tidak boleh ada lagi warga dari wilayahnya yang terpaksa berutang akibat tidak mampu membayar biaya pengobatan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Maaf Jabar Belum Merdeka di HUT RI ke-81: Ironi Itu Harus Kita Selesaikan...

“Tidak boleh lagi ada warga yang masuk ke rumah sakit, pulangnya berhutang karena ketidakmampuan keuangan,” kata Dedi, dikutip Selasa (18/8/2026).

Menurut Dedi, kemerdekaan harus diwujudkan dalam kemampuan pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan.

Bagi Dedi, persoalan kesehatan tidak dapat dilepaskan dari kesejahteraan masyarakat. Ketika seseorang membutuhkan perawatan medis, kondisi ekonomi seharusnya tidak menjadi alasan mereka kehilangan akses terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Karena itu, ia meminta sistem pemerintahan diarahkan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama kelompok yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Dedi sebelumnya juga menyoroti kondisi masyarakat dari wilayahnya, yang menurutnya masih belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan. Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf karena pemerintah belum mampu “memerdekakan” seluruh rakyat dari Jawa Barat.

“81 Tahun Indonesia merdeka, kami belum bisa memerdekakan seluruh rakyat di Jawa Barat,” ungkapnya.

Dedi ingin pembangunan wilayahnya lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat yang sehari-hari menjadi penggerak ekonomi. Ia menegaskan penyelesaian berbagai persoalan dasar membutuhkan kerja bersama pemerintah daerah, anggota dewan serta instansi terkait.

Baca Juga: Eks Danjen Kopassus Bongkar Panasnya Roy Suryo vs Jokowi: Kesimpulannya, Ini Permainan Orang Kuat...

Bagi Dedi, tujuan akhirnya tetap sama: memastikan kemerdekaan tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memperoleh listrik hingga mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus pulang membawa beban utang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar