Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kondisi Terbaru Maba Unpad usai Kena Sinis Dedi Mulyadi: Drop hingga Tak Semangat Kuliah

Kondisi Terbaru Maba Unpad usai Kena Sinis Dedi Mulyadi: Drop hingga Tak Semangat Kuliah Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Unpad) Keisha ikut menjadi perhatian setelah mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dalam wawancaranya dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Keisha disebut sedang mengalami kondisi yang tidak baik-baik saja hingga kehilangan semangat untuk menjalani perkuliahan di Program Studi Administrasi Pemerintahan.

Dikutip Selasa (18/8/2026), Informasi tersebut beredar setelah sebuah unggahan di media sosial membagikan tangkapan layar percakapan yang disebut berasal dari lingkungan Program Studi Administrasi Pemerintahan Unpad. Dalam pesan tersebut, rekan-rekan Keisha mengajak mahasiswa lain memberikan dukungan karena kondisi psikologis dan semangat kuliahnya disebut sedang menurun.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Maaf Jabar Belum Merdeka di HUT RI ke-81: Ironi Itu Harus Kita Selesaikan...

Kabar Keisha muncul setelah dirinya menjadi sorotan publik dalam kegiatan kuliah umum interaktif bersama Dedi Mulyadi. Dalam kegiatan tersebut, Keisha menceritakan persoalan keluarga serta perjuangannya hingga berhasil diterima di Unpad melalui jalur prestasi akademik.

Dalam wawancara itu, ia mengungkapkan bahwa ayahnya tidak memberikan tanggung jawab dan dukungan finansial yang memadai. Ia juga menceritakan bahwa ibunya harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Alih-alih hanya membahas perjuangan Keisha, percakapan tersebut berkembang menjadi perdebatan setelah sang gubernur memberikan sejumlah respons yang dinilai netizen bernada menyindir.

Salah satu ucapan yang paling banyak dikutip adalah ketika politikus itu menanggapi cerita mahasiswa baru terkait mengenai ayahnya.

“Kenapa kamu dilahirkan dari bapak yang tidak bertanggung jawab, pilih yang bertanggung jawab dong,” ujar Dedi.

“Ya enggak tahu, kan enggak bisa milih nasib," Jawab Keisha.

Bagian lain yang kembali ramai dibicarakan adalah ketika sang gubernur mempertanyakan pilihan jurusan Keisha. Mahasiswa baru tersebut diketahui mengambil Administrasi Pemerintahan.

“Udah kebanyakan. Yang sekarang aja P3K belum diangkat jadi pegawai negeri sipil semua, ini nambah lagi nih jurusan,” kata Dedi.

Keisha juga ditanya mengapa tidak memilih kedokteran. Ia menjawab bahwa keterbatasan biaya menjadi salah satu pertimbangan.

“Kan enggak ada biayanya pak. Aku kan dari IPS. Bukan dari IPA,” jawabnya.

Setelah potongan wawancara tersebut menyebar luas, muncul unggahan dari akun Dyno di X dengan nama pengguna @membacalangit. Unggahan itu menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi Keisha sekaligus menyerukan agar mahasiswa lain memberikan dukungan.

“GUE BARU TAU KALO MABA YANG DIPERMALUKAN ITU JURUSAN GUE!?” tulis Dyno.

Ia kemudian menyampaikan dukungan kepada mahasiswa terkait dan meminta teman-temannya untuk memberikan semangat.

Dyno juga membagikan tangkapan layar pesan yang disebut berasal dari akun Adpem Career. Dalam pesan tersebut, lingkungan jurusan terkait menyebut sang mahasiswa sedang membutuhkan dukungan dari keluarga besar jurusan.

“Dan pada saat ini kondisinya sedang tidak baik-baik saja karena merasa malu dan kehilangan semangat untuk berkuliah di Adpem dan Unpad,” tulis pesan tersebut.

Pesan itu juga mengajak mahasiswa untuk hadir memberikan dukungan dan motivasi kepada Keisha. Mereka berharap polemik yang terjadi tidak membuat mahasiswa baru tersebut kehilangan semangat untuk melanjutkan pendidikan.

“Semoga Keisha tetap kuat, tidak kehilangan semangat, dan terus melangkah dalam menjalani proses pendidikannya,” lanjut pesan tersebut.

Adapun Dedi Mulyadi diketahui memberikan bantuan pendidikan kepada Keisha. Ia menyatakan akan membayarkan biaya kuliah sang mahasiswa selama lima semester. Selain itu, biaya kos selama dua tahun disebut akan dibantu oleh alumni Unpad.

Bantuan tersebut menjadi sisi lain dari peristiwa yang tengah ramai diperbincangkan. Namun, kabar mengenai mahasiswa terkait yang disebut kehilangan semangat kuliah membuat publik kembali mempertanyakan dampak sebuah percakapan yang berlangsung di ruang publik, terutama ketika menyangkut persoalan keluarga dan masa depan seorang mahasiswa baru.

Baca Juga: Dedi Mulyadi: Tidak Boleh Lagi Ada Warga Jabar Masuk ke Rumah Sakit, Pulangnya Berhutang

Hingga kini, belum ada kabar resmi mengenai informasi mengenai kondisi yang beredar tersebut berasal dari unggahan dan pesan yang dibagikan di media sosial. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar