Dulu Bertani, Kini Jadi Supervisor: Perjalanan Yopanda Mengubah Nasib Lewat Industri
Kredit Foto: Istimewa
Kemerdekaan yang Dirasakan Bersama, lewat Semangat Begawi Jejama
Kemerdekaan yang dirasakan Yopanda bukan cerita tunggal. Komitmen untuk bertumbuh bersama masyarakat juga diwujudkan melalui program keberlanjutan yang berlandaskan filosofi lokal Begawi Jejama — bekerja bersama dan bergotong royong — sehingga manfaat kemerdekaan ekonomi dan lingkungan dapat dirasakan lebih luas, tidak hanya oleh mereka yang bekerja langsung di pabrik.
Di wilayah hulu Pegunungan Tanggamus, perusahaan bersama masyarakat telah menanam lebih dari 11.000 pohon serta membangun sekitar 700 rorak atau lubang resapan air sejak 2016 hingga 2026. Upaya ini memperkuat daerah tangkapan air, mengurangi risiko erosi, dan membantu menjaga kelestarian sumber daya air, sekaligus berjalan beriringan dengan pendampingan kepada petani kopi agar dapat meningkatkan produktivitas melalui praktik budidaya yang ramah lingkungan.
Sementara itu, di wilayah hilir, perusahaan mengembangkan Taman Kehati Galih Batin seluas sekitar 3,2 hektare sebagai ruang terbuka hijau sekaligus pusat edukasi lingkungan. Berdasarkan penelitian bersama Universitas Lampung pada 2025, kawasan ini memiliki indeks keanekaragaman hayati sebesar 3,16 yang tergolong tinggi, dengan sedikitnya enam spesies tanaman endemik dan 22 jenis burung yang telah teridentifikasi.
Upaya menjaga sumber daya air juga berjalan beriringan dengan memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional. Melalui program Water, Sanitation, and Hygiene (WASH), Pabrik AQUA Tanggamus mendukung peningkatan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.
Hingga saat ini, program tersebut telah memberikan manfaat kepada 1.037 warga melalui penyediaan 203 sambungan akses air bersih yang terhubung langsung ke rumah-rumah warga, sehingga masyarakat dapat memperoleh air bersih dengan lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Program WASH juga dilengkapi dengan edukasi mengenai sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui program pengelolaan sampah “Sampahku Tanggung Jawabku” yang sejak dimulai hingga 2026 telah mengelola sekitar 378 ton sampah plastik, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari edukasi lingkungan di sekolah, pendampingan kelompok wanita tani, hingga pembinaan kelompok usaha mikro agar mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Di sisi sosial, komunitas karyawan Pabrik AQUA Tanggamus turut menjalankan berbagai kegiatan bersama masyarakat, antara lain penyaluran santunan bagi anak yatim piatu, penyediaan akses air bersih di sejumlah rumah ibadah, serta edukasi pengelolaan sampah. Di lingkungan internal, pembinaan karakter dilakukan melalui kegiatan rutin bersama tokoh masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang produktif sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial.
Bagi Teguh, momentum Hari Kemerdekaan menjadi pengingat bahwa kemajuan Indonesia juga dibangun dari masyarakat yang merdeka untuk terus berkembang dan semakin mandiri — persis seperti yang dijalani Yopanda. Di Tanggamus, semangat itu diwujudkan melalui kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah daerah, agar kisah-kisah kemerdekaan ekonomi serupa dapat terus tumbuh dan dirasakan bersama.
“Bagi kami, semangat kemerdekaan hari ini adalah tentang membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk hidup dengan kualitas yang lebih baik dan mendorong setiap individu dapat menjadi versi terbaik mereka. Kisah Yopanda adalah salah satu contohnya, dan kami ingin Pabrik AQUA Tanggamus terus menjadi bagian dari perjalanan itu. Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia,” tutup Teguh.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: