Rencana Israel Gulingkan Pemerintah Iran Gagal, Erdogan Disebut Jadi Penghalang
Kredit Foto: Reuters/Valentyn Ogirenko
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan disebut menjadi salah satu faktor utama yang menggagalkan rencana rahasia Israel untuk menggulingkan pemerintahan Iran. Rencana tersebut sebelumnya dibahas Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut laporan The Telegraph, Netanyahu memaparkan skenario perubahan rezim di Teheran kepada Trump dalam pertemuan di Gedung Putih pada Februari 2026. Rencana itu disebut melibatkan badan intelijen Israel Mossad dan CIA.
Salah satu skenario yang dibahas adalah mengirim ribuan pejuang Kurdi ke wilayah barat Iran. Pasukan tersebut direncanakan bergerak dari Kurdistan Irak dengan dukungan udara Amerika Serikat.
Operasi itu diharapkan dapat memicu pemberontakan sekaligus melemahkan pemerintahan Iran. Namun, rencana tersebut akhirnya tidak pernah dijalankan.
Erdogan disebut menentang keras gagasan tersebut. Penolakan itu didasarkan pada kekhawatiran Ankara terhadap penguatan kelompok Kurdi di kawasan.
Turkiye diketahui memiliki konflik panjang dengan Partai Pekerja Kurdistan atau PKK. Ankara menganggap kelompok tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.
Sumber Israel dan negara-negara Teluk yang dikutip The Telegraph menyebut Erdogan telah menyampaikan keberatannya kepada Trump. Erdogan disebut menegaskan bahwa Turkiye tidak akan menerima munculnya negara atau wilayah Kurdi yang merdeka di kawasan.
Ankara juga khawatir penguatan kelompok Kurdi di sekitar Iran dapat memperbesar ancaman di perbatasan timurnya. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperburuk persoalan keamanan yang selama ini dihadapi Turkiye.
Kelompok Kurdi sendiri merupakan salah satu kelompok etnis terbesar di dunia yang belum memiliki negara sendiri. Populasinya tersebar di sejumlah wilayah Turkiye, Iran, Irak, dan Suriah.
Israel diketahui telah menjalin hubungan dengan sejumlah kelompok Kurdi selama bertahun-tahun. Kelompok tersebut dipandang dapat menjadi salah satu penyeimbang terhadap lawan-lawan Israel di kawasan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: