Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Alva-Gesits Dapat Lampu Hijau Insentif Motor Listrik, Airlangga: Anggarannya Sudah Ada

Alva-Gesits Dapat Lampu Hijau Insentif Motor Listrik, Airlangga: Anggarannya Sudah Ada Kredit Foto: Antara/Adeng Bustomi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap dua merek motor listrik buatan dalam negeri yang akan mendapatkan insentif pemerintah. Kedua merek tersebut adalah Alva dan Gesits.

Airlangga mengatakan skema pemberian insentif tersebut masih dalam tahap pematangan. Namun, anggaran untuk program tersebut disebut sudah tersedia setelah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto.

"Skemanya sedang dimatangkan, tapi kan tadi Pak Presiden sudah menyetujui. Anggarannya sebetulnya sudah ada," ujar Airlangga setelah Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jakarta, dikutip dari Antara.

Airlangga kemudian menyebut dua merek motor listrik yang akan mendapatkan insentif tersebut. "Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits," kata Airlangga.

Pemberian insentif dinilai telah berperan dalam mempercepat pembentukan pasar kendaraan listrik roda dua di Indonesia. Penjualan sepeda motor listrik meningkat dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 62.409 unit pada 2023.

Penjualan kemudian mencapai 77.078 unit pada 2024. Sementara pada 2025, penjualan tercatat sebanyak 55.059 unit.

Program bantuan pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua pada 2023 dan 2024 juga melibatkan 22 industri. Program tersebut mencakup 70 tipe atau model kendaraan.

Penyaluran bantuan mencapai 11.532 unit pada 2023. Jumlah tersebut kemudian melonjak menjadi 62.541 unit pada 2024 atau meningkat sekitar 442 persen.

Secara kumulatif, sebanyak 74.073 unit kendaraan telah mendapatkan bantuan pembelian melalui program tersebut. Pemerintah kini kembali mendorong penguatan industri kendaraan listrik nasional melalui pemberian insentif.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan Indonesia memiliki modal kuat untuk membangun industri kendaraan listrik yang terintegrasi. Saat ini terdapat 69 perusahaan industri KBLBB roda dua dan roda tiga dengan kapasitas produksi mencapai 2,511 juta unit per tahun.

Nilai investasi pada sektor tersebut mencapai sekitar Rp1,2 triliun. Selain itu, terdapat 14 perusahaan kendaraan listrik roda empat dengan kapasitas produksi 409.860 unit per tahun.

Indonesia juga memiliki 10 perusahaan kendaraan komersial listrik dengan kapasitas produksi 7.500 unit per tahun. Total investasi industri perakitan kendaraan listrik tercatat mencapai sekitar Rp30,468 triliun.

"Besarnya kapasitas produksi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki fondasi manufaktur yang sangat memadai. Tantangan kita berikutnya adalah memastikan pasar tumbuh secara berkelanjutan, utilisasi kapasitas produksi meningkat, dan pada saat yang sama struktur industri semakin dalam melalui penggunaan komponen buatan dalam negeri," ujar Agus.

Penguatan industri kendaraan listrik juga ditandai dengan peluncuran Motor Listrik Nasional (MoLiNas). Peluncuran tersebut dilakukan Presiden Prabowo Subianto di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Agus menilai peluncuran MoLiNas menjadi momentum untuk memperkuat kemampuan industri nasional. Langkah tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan penguasaan teknologi dan penggunaan komponen produksi dalam negeri.

"MoLiNas harus kita jadikan sebagai momentum untuk membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang semakin kuat dari hulu sampai hilir. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi harus menjadi basis produksi dan pengembangan teknologi kendaraan listrik yang memiliki daya saing global," kata Agus di Bekasi, Kamis (13/8/2026).

Menurut Agus, pengembangan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat kemandirian bangsa. Penguatan itu dilakukan melalui penguasaan sains, teknologi, dan kemampuan industri nasional.

Baca Juga: Motor Listrik Nasional Berpotensi Bikin Jalanan Makin Padat

Pengembangan MoLiNas juga melibatkan pemerintah, BUMN, swasta, lembaga riset, akademisi, serta sektor keuangan. Sinergi tersebut disebut mencerminkan semangat Indonesia Incorporated dalam membangun kemampuan industri dan ekonomi nasional.

Dalam peluncuran MoLiNas, Prabowo terlebih dahulu meninjau proses produksi motor listrik di fasilitas ALVA. Presiden kemudian melihat stan ekosistem kendaraan listrik dan menandatangani plakat produksi ALVA sebanyak 20 ribu unit.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy