Bunga Utang Pemerintah 2027 Capai Rp650 Triliun, Setara Rp1,78 Triliun per Hari
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp650,31 triliun untuk membayar bunga utang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Anggaran tersbeut meningkat dibandingkan dengan proyeksi pembayaran pada 2026 yang diperkirakan mencapai Rp582,24 triliun.
Dengan demikian, alokasi bunga utang tahun depan bertambah sekitar Rp68,07 triliun atau 11,7 persen.
Adapun jika dirata-ratakan selama 365 hari, anggaran tersebut setara dengan sekitar Rp1,78 triliun per hari. Artinya, pemerintah secara rata-rata perlu menyediakan sekitar Rp74 miliar setiap jam atau sekitar Rp1,24 miliar per menit untuk membayar bunga utang.
Kenaikan beban bunga juga terlihat dalam tren beberapa tahun terakhir. Pembayaran bunga utang tercatat Rp386,34 triliun pada 2022, kemudian meningkat menjadi Rp439,88 triliun pada 2023, Rp488,43 triliun pada 2024, dan Rp514,4 triliun pada 2025.
Dengan outlook 2026 sebesar Rp582,24 triliun dan RAPBN 2027 sebesar Rp650,31 triliun, beban bunga utang meningkat hampir Rp264 triliun dibandingkan 2022 atau sekitar 68,3 persen.
Beban bunga utang menjadi semakin besar jika dibandingkan dengan anggaran subsidi pemerintah.
Dalam RAPBN 2027, subsidi dirancang sebesar Rp387,89 triliun. Dari jumlah tersebut, subsidi energi mencapai Rp272,95 triliun.
Jika bunga utang dan subsidi digabungkan, total alokasinya mencapai sekitar Rp1.038,20 triliun.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar seperempat dari total belanja negara RAPBN 2027 yang dirancang mencapai Rp4.097,2 triliun.
Pemerintah Masih Membutuhkan Pembiayaan Utang
Besarnya pembayaran bunga utang tidak terlepas dari kebutuhan pemerintah untuk mencari pembiayaan guna menutup defisit APBN.
Dalam RAPBN 2027, defisit anggaran dirancang sebesar Rp671,16 triliun atau 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan tersebut, pemerintah merencanakan pembiayaan utang sekitar Rp876,27 triliun. Angka itu terdiri dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp779,94 triliun dan pinjaman neto Rp96,33 triliun.
Baca Juga: Alarm bagi Indonesia? Ribuan Perusahaan di Jepang Bangkrut Tinggalkan Utang Triliunan
Baca Juga: Dan Terjadi Lagi, BGN Pengelola MBG Dapat Anggaran Terbesar di RAPBN 2027
Dalam kebijakan fiskal 2027, asumsi suku bunga SBN 10 tahun berada pada kisaran 6,5-7,3 persen. Sementara itu, asumsi nilai tukar rupiah ditetapkan pada kisaran Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS.
Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menjaga komposisi utang, tenor, serta risiko suku bunga dan nilai tukar agar peningkatan biaya utang tidak semakin mempersempit ruang fiskal.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: