Istana Bilang Bestie, Hubungan Prabowo dan Jokowi Diam-diam Disebut Sudah Pecah
Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan. Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais menyebut kerja sama politik Prabowo dan Jokowi telah berakhir.
Amien bahkan menilai pecahnya hubungan politik kedua tokoh tersebut sebagai perkembangan yang patut disyukuri. Pernyataan itu disampaikan ketika ia membahas dinamika politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
"Kongsi atau kerja sama saling dukung antara Prabowo dan Jokowi sudah pecah. Ini merupakan perkembangan politik yang perlu kita syukuri," kata Amien dalam keterangannya, dikutip Kamis (20/8/2026).
Menurut mantan Ketua MPR RI tersebut, Jokowi masih memiliki kepentingan politik agar pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dapat kembali berlanjut dalam kontestasi Pilpres 2029. Namun, Amien menilai keinginan tersebut tidak mudah diwujudkan.
Baca Juga: Korban Gempa NTT Tak Makan Berhari-hari, Purbaya: Kayaknya...
Salah satu alasannya, hingga kini belum ada partai politik yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada Gibran untuk maju dalam Pilpres mendatang.
"Belum ada satu pun partai yang sudah menyatakan akan mendukung Gibran untuk besok di tahun 2029," ujarnya.
Amien kemudian kembali menyoroti apa yang ia sebut sebagai praktik nepotisme dalam politik. Ia juga meminta Jokowi melakukan evaluasi terhadap arah politik yang ditempuh keluarganya.
"Saya harap Jokowi sehat fisik dan mental dan mau melakukan koreksi diri dan bisa mengambil kesimpulan yang benar. Bahwa Indonesia sudah tidak memerlukan dia lagi," kata Amien.
Namun, pernyataan Amien tersebut seolah terbantahkan dengan momen keakraban Prabowo dan Jokowi dalam perayaan HUT ke-81 RI belum lama ini. Prabowo, Jokowi, dan Gibran bahkan sempat tertangkap kamera duduk berdampingan sembari bersenda gurau.
Istana pun sebelumnya telah memberikan penjelasan mengenai kedekatan ketiga tokoh tersebut. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut kedekatan Prabowo dan Jokowi merupakan sesuatu yang wajar. Ia bahkan menyinggung istilah "bestie" yang selama ini kerap digunakan untuk menggambarkan hubungan keduanya.
"Ya seharusnya begitu memang. Selama ini beliau (Presiden Prabowo) dengan Presiden Jokowi akrab, dan kadang di media sosial menyebutnya 'bestie' juga," kata Prasetyo, di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: