Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
FTSE Russell melakukan perombakan sejumlah saham Indonesia dalam FTSE Global Equity Index Series Semi-Annual Review September 2026. Meski demikian, tidak ada emiten Indonesia yang masuk atau keluar dari kelompok Large Cap.
Perubahan tersebut diumumkan FTSE Russell pada Jumat (21/8/2026). Hasil review akan mulai berlaku setelah penutupan perdagangan 18 September 2026 dan efektif pada pembukaan pasar 21 September 2026.
FTSE Russell masih memberikan kesempatan untuk melakukan revisi terhadap hasil review hingga penutupan jam kerja pada Jumat, 4 September 2026. Setelah batas waktu tersebut, seluruh perubahan akan ditetapkan final pada Senin, 7 September 2026.
Perubahan paling mencolok terjadi pada PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE). Emiten properti Grup Sinar Mas tersebut dikeluarkan dari kelompok Mid Cap dan dipindahkan ke kategori Micro Cap.
Sementara itu, tidak ada saham Indonesia yang ditambahkan ke dalam kelompok Mid Cap.
Baca Juga: Soal Keputusan FTSE Russell, Ini Respons BEI
Baca Juga: Saham Emiten Haji Isam Ini Dipantau BEI Usai Lonjakan Tajam
Baca Juga: Batas Minimum Harga Saham Jadi Rp1, Ini Alasan BEI
Di kategori Small Cap, sebanyak 10 saham dikeluarkan dan tidak ada saham baru yang masuk. Kesepuluh saham tersebut adalah BBYB, BJBR, BTPS, LPKR, LPPF, MNCN, PNLF, SILO, SMRA, dan SCMA.
Sebaliknya, seluruh saham tersebut masuk ke kelompok Micro Cap, bersama BSDE. Sedangkan di Micro Cap, ada 28 saham yang ditendang oleh FTSE Russell.
Berikut rincian perubahan indeks FTSE untuk saham Indonesia:
Mid Cap
- Inclusions: tidak ada
- Exclusions: BSDE
Small Cap
- Inclusions: tidak ada
- Exclusions: BBYB, BJBR, BTPS, LPKR, LPPF, MNCN, PNLF, SILO, SMRA, SCMA
Micro Cap
- Inclusions: BBYB, BJBR, BTPS, BSDE, LPKR, LPPF, MNCN, PNLF, SMRA, SCMA
- Exclusions: ADHI, ASSA, ALII, AGRO, BVIC, CASS, CFIN, BWPT, CARS, WOOD, DILD, JTPE, JKON, OMED, KEEN, MAIN, MAHA, MSTI, MDLA, MLPL, PBID, PANS, PNIN, PTPP, PRDA, RALS, ISSP, TPMA
Perubahan ini berpotensi memengaruhi aktivitas perdagangan saham yang terdampak. Pasalnya, FTSE menjadi salah satu indeks acuan yang digunakan investor institusi dan pengelola dana global dalam menyusun portofolio.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: