Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

FTSE Coret DSSA hingga HILL, Bos Bursa: Konsekuensi Reformasi Pasar

FTSE Coret DSSA hingga HILL, Bos Bursa: Konsekuensi Reformasi Pasar Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui keputusan FTSE Russell mencoret sejumlah saham Indonesia dari indeks global berpotensi memicu tekanan jangka pendek terhadap arus dana asing. Namun, BEI menegaskan langkah reformasi pasar modal tetap diperlukan untuk memperkuat fundamental pasar dalam jangka menengah dan panjang.

Pelaksana Tugas (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pencoretan saham Indonesia dari indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS) merupakan konsekuensi dari reformasi yang tengah dilakukan otoritas pasar modal domestik.

“Ya itu kan memang proses yang memang sudah disampaikan dan kita pahami itu sebagai konsekuensi dalam jangka pendek dari upaya reformasi yang kita lakukan bersama-sama di pasar modal kita,” ujar Jeffrey.

Jeffrey tidak menampik adanya potensi keluarnya investor global dalam jangka pendek pasca keputusan FTSE Russell tersebut. Namun, menurutnya, investor dengan orientasi investasi jangka panjang justru akan melihat reformasi pasar sebagai sentimen positif.

“Untuk jangka pendek mungkin ya, tetapi apa yang kita lakukan selama ini tentu adalah untuk kebaikan jangka menengah dan jangka panjang dari pasar modal kita. Jadi tentu investor yang horizon-nya harusnya hakikat berinvestasi di pasar modal itu adalah jangka panjang tentu akan melihat ini sebagai sesuatu yang positif,” katanya.

BEI juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mendorong lebih banyak emiten domestik kembali masuk indeks global. Jeffrey mengatakan bursa akan mengajak emiten-emiten potensial berdiskusi guna memperbaiki aspek yang menjadi perhatian lembaga indeks global.

“Tentu, tentu saja ada. Kami setelah ini akan melihat perusahaan-perusahaan tercatat yang potensial untuk bisa masuk kepada indeks-indeks global, akan kami ajak diskusi bagaimana kita bisa bersama-sama untuk bisa menambah jumlah perusahaan tercatat kita yang bisa masuk ke dalam indeks global,” ujarnya.

Menurut Jeffrey, langkah tersebut akan dilakukan sesuai ketentuan pasar modal dan praktik tata kelola yang berlaku.

“Tentu dengan cara yang baik, dengan cara-cara yang sesuai dengan ketentuan. Kami akan memberikan dukungan untuk itu,” katanya.

Baca Juga: FTSE Russell Tendang DSSA hingga HILL, IHSG Diprediksi Tak Terlalu Terdampak

Baca Juga: FTSE Russell Coret 4 Saham RI dari Indeks Global, Ini Penyebabnya

Meski demikian, BEI belum mengungkap jadwal pasti dimulainya pembahasan dengan emiten-emiten potensial tersebut.

“Dalam waktu yang tidak lama. Kami belum bisa menyampaikan waktunya, tetapi itu sedang kami siapkan,” ujar Jeffrey.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri