Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sayembara Ijazah Gibran Berujung 'Teror' ke Pencetusnya: Kasus Muncul, Whatsapp Tak Bisa Diakses

Sayembara Ijazah Gibran Berujung 'Teror' ke Pencetusnya: Kasus Muncul, Whatsapp Tak Bisa Diakses Kredit Foto: WE
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pakar Hukum Tata Negara Prof Denny Indrayana buka suara terkait babak baru sayembara untuk menemukan dan menunjukkan ijazah sekolah menengah atas atau sederajat milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. PIa mengklaim banyak gangguan dialaminya usai menyuarakan hal terkait.

Denny mengatakan nomor WhatsApp yang selama ini digunakan untuk menerima komitmen sumbangan hadiah tiba-tiba tidak dapat diakses. Ia menduga terdapat pihak tertentu yang berupaya menghambat jalannya sayembara.

Baca Juga: Pakar: Dalam Kasus Ijazah Palsu Itu, Itu Adalah Kepentingan Pribadi Pak Jokowi di Atas Negara...

“Nomor WA untuk menerima komitmen sumbangan sayembara IJAZAH SMA/SEDERAJAT GIBRAN tiba-tiba tidak bisa diakses. Ada pihak-pihak yang menganggu perjuangan ini. Kami sedang siapkan nomor WA baru,” ujar Denny, dikutip Senin (24/8/2026).

Menurut Denny, gangguan tersebut tidak membuat pihaknya menghentikan sayembara. Ia menyatakan jalur komunikasi baru sedang dipersiapkan agar masyarakat yang ingin memberikan komitmen hadiah tetap dapat berpartisipasi.

Denny juga sebelumnya mengeluhkan bagaimana sayembara tersebut membuat banyak pihak kembali mengungkit soal keterlibatan dirinya dalam kasus dugaan korupsi program payment gateway.

"Setiap saya bersikap kritis, kasus lama itu diungkit dan dijadikan alat serang. Membuktikan bahwa mereka tidak punya cara lain membantah argumen saya," tuturnya.

Adapun sendiri terus mengejar ijazah milik Gibran. Ia menyebut pembuktian mengenai dokumen pendidikan wakil presiden seharusnya tidak menjadi persoalan rumit apabila ijazah yang dipertanyakan memang benar-benar tersedia.

"Minta Mas Gibran tunjukkan saja ijazah sekolah menengah atas atau sederajat tersebut, sebagaimana dia pernah terbuka mengundang wartawan dan menunjukkan ijazah S1-nya," ujar Denny.

Sayembara tersebut sebelumnya dibuka dengan hadiah awal sebesar Rp100 juta bagi pihak yang mampu menunjukkan ijazah atau dokumen pendidikan milik Gibran. Namun, nominal hadiah kemudian berkembang jauh lebih besar setelah sejumlah pihak menyatakan kesediaan memberikan tambahan hadiah maupun sumbangan.

Salah satu komitmen yang disebut masuk berupa wakaf tanah dengan nilai sekitar Rp700 juta. Selain itu, terdapat pula komitmen hadiah senilai Rp100 juta dari Forum Purnawirawan Pengawal (FPP) TNI.

Baca Juga: Ada Pembakaran Sengaja, 72 Orang di Balik Karhutla di Sumatera hingga Kalimantan

Akumulasi berbagai komitmen tersebut membuat nilai hadiah sayembara terus meningkat hingga mencapai miliaran rupiah. Terbaru, Denny menyebut total hadiah telah mencapai sekitar Rp2,01 miliar. Nilai tersebut kemudian masih bertambah dalam perkembangan berikutnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar