Kredit Foto: Tangkapan layar Youtube TV Parlemen
Isu keretakan hubungan antara Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan. Di tengah munculnya berbagai spekulasi mengenai hubungan keduanya, Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi memastikan bahwa kedua tokoh tersebut masih memiliki hubungan yang baik.
Budi Arie bahkan mengajak masyarakat untuk mensyukuri hubungan antara Jokowi dan Prabowo. Menurutnya, kerukunan dua pemimpin tersebut menjadi salah satu modal penting untuk menjaga persatuan sekaligus stabilitas nasional.
Pernyataan itu disampaikan Budi Arie saat menghadiri peringatan Harlah ke-12 PROJO di Kantor DPP PROJO, Pancoran, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Baca Juga: Ketum GPM: Bali Siap Manut Perintah Jokowi pada 2029
“Pak Jokowi dengan Pak Prabowo ini kan bagaimana sih, Presiden ketujuh dan Presiden kedelapan. Kalian harus bersyukur, berterima kasih bahwa pemimpin-pemimpin Indonesia ini akur,” kata Budi Arie, dikutip dari laman resmi Projo, Senin (24/8/2026).
Menurut Budi Arie, hubungan baik antara dua presiden tersebut seharusnya tidak dipandang sebelah mata. Apalagi, Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan sehingga persatuan antarelemen bangsa dinilai menjadi kebutuhan yang semakin penting.
“Persatuan nasional ini penting. Sesama anak bangsa sama-sama kita bersatu untuk menyelesaikan berbagai problematika dan permasalahan bangsa dan rakyat,” ujarnya.
Baca Juga: Denny Indrayana Benar, Jokowi Bukan Negarawan, Pakar Ikut Setuju
Budi Arie juga menyinggung adanya pihak tertentu yang dinilainya berusaha mempertentangkan Jokowi dan Prabowo. Ia meminta manuver semacam itu dihentikan karena berpotensi mengganggu upaya membangun pemerintahan dengan semangat persatuan.
“Jadi soal hubungan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo, ya ini kan ada yang usaha juga adu domba, kan begitu. Menurut saya stop adu domba, karena kita ingin pemerintahan ini dibangun berbasis persatuan nasional,” ungkap Budi Arie.
Budi Arie pun meminta seluruh pihak mampu menekan ego pribadi maupun kelompok. Menurutnya, kepentingan rakyat harus ditempatkan lebih tinggi daripada kepentingan politik masing-masing.
“Kita harus menahan ego-ego kelompok, ego-ego pribadi untuk supaya pemerintahan ini bisa mengatasi permasalahan rakyat dan permasalahan bangsa dan negara ini dengan baik,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais menyebut kerja sama politik Prabowo dan Jokowi telah berakhir.
Ia bahkan menilai pecahnya hubungan politik kedua tokoh tersebut sebagai perkembangan yang patut disyukuri. Pernyataan itu disampaikan ketika ia membahas dinamika politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
"Kongsi atau kerja sama saling dukung antara Prabowo dan Jokowi sudah pecah. Ini merupakan perkembangan politik yang perlu kita syukuri," kata Amien dalam keterangannya, dikutip Kamis (20/8/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri