Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sahamnya Kena Suspend, Adhi Karya Angkat Bicara

Sahamnya Kena Suspend, Adhi Karya Angkat Bicara Kredit Foto: Adhi Karya
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) memahami bahwa penghentian sementara perdagangan saham Perseroan oleh Bursa Efek Indonesia merupakan bagian dari mekanisme dan ketentuan yang berlaku di pasar modal, hal ini karena adanya kewajiban Perseroan terhadap pembayaran bunga Obligasi III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 seri B & C senilai Rp 60,8 miliar yang belum dapat dipenuhi pada saat jatuh tempo di tanggal 24 Agustus 2026. Perseroan menghormati keputusan tersebut dan senantiasa berkomitmen untuk menjalankan seluruh ketentuan pasar modal yang berlaku.

Dalam rangka upaya penyelesaian kewajiban kepada para Pemegang Obligasi, Perseroan telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Obligasi ("RUPO") pada tanggal 6 Agustus 2026 dengan mengusulkan Perubahan dan/atau Penundaan Jadwal Pembayaran Bunga ke-17, 18, dan 19 Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022. Namun demikian, atas usulan tersebut, Rapat belum mencapai kuorum persetujuan sehingga Rapat belum dapat mengambil keputusan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan akan berkoordinasi dengan Wali Amanat dan Para Pemegang Obligasi untuk menempuh langkah-langkah penyelesaian sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan melalui RUPO pada tanggal 11 September 2026.

"Perseroan akan menyampaikan informasi mengenai perkembangan penyelesaian kewajiban maupun hal-hal material lainnya kepada publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," kata Adhi Karya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (25/8/2026).

Baca Juga: Adhi Karya Terancam Tunda Pembayaran Bunga Obligasi, Ini Penyebabnya

Saat ini Perseroan sedang dalam tahap restrukturisasi sebagai salah satu langkah strategis untuk menjaga kesinambungan usaha perseroan. Perseroan juga sedang melakukan transformasi penyehatan fundamental perusahaan antara lain penguatan bisnis inti melalui program divestasi, penataan keuangan, peningkatan efisiensi, serta penyehatan keuangan lainnya yang dilakukan secara terukur diharapkan dapat memperkuat fondasi Perseroan untuk meningkatkan daya saing, memperbaiki kualitas kinerja, dan menciptakan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Transformasi yang dilakukan ADHI bukan sekadar penataan untuk menghadapi kondisi saat ini, tetapi merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi yang lebih kuat dalam menyongsong fase penyehatan perusahaan di masa mendatang.

Dengan pengalaman lebih dari 65 tahun, ADHI memiliki portofolio konstruksi yang mencakup berbagai proyek infrastruktur dan bangunan, termasuk jalan dan jembatan, jalan tol, transportasi, gedung, serta proyek infrastruktur lainnya. ADHI juga memiliki bisnis pada bidang engineering, manufaktur, property & hospitality, serta investasi & konsesi. Sejalan dengan tagline Beyond Construction, bahwa ADHI tidak hanya memberikan jasa konstruksi, tetapi melalui pembangunan infrastruktur juga memberi manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan, baik bagi lingkungan sosial, dan bisnis perusahaan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman