Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gerindra: Hanya Budi Arie yang Tahu

Gerindra: Hanya Budi Arie yang Tahu Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Gerindra menanggapi pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang menyinggung kemungkinan Pemilu 2029 digelar lebih cepat.

Juru bicara Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan pihaknya tidak terpengaruh oleh wacana tersebut. Hingga kini, internal partai belum membicarakan persiapan menuju 2029.

Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah mengawal program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar benar‑benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

"Kami fokus menyukseskan program Pak Prabowo, tidak ada pembahasan untuk 2029, masih jauh untuk dibahas," kata Sugiat di Jakarta, dkutip Selasa (26/8).

Ia menilai isu percepatan pemilu tidak relevan dengan agenda Gerindra. Bahkan, Sugiat meminta publik menanyakan langsung kepada Budi Arie mengenai maksud ucapannya.

"Jadi terkait pernyataannya, hanya Budi Arie yang tahu sendiri maksudnya apa, silakan ditanya ke yang bersangkutan, kita tidak terpengaruh dengan itu," tandasnya.

Isu ini mencuat setelah beredar video Budi Arie yang menyinggung insting politiknya soal kemungkinan pemilu digelar lebih cepat dari 2029, yang disambut sorakan “Siap!” dari audiens.

"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ucap Budi Arie yang langsung dijawab seruan "Siap!" dari audiens.

Baca Juga: Ucapan Budi Arie Bikin Rusuh, Pasbata Prabowo: Kalau Sudah Berbicara Presiden Tidak Sampai 2029...

Budi Arie kemudian membandingkan kondisi sosial‑ekonomi saat ini dengan masa transisi Orde Baru ke Reformasi 1997–1999, ketika pemilu digelar lebih cepat pada 1999.

"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," tandasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya