Kredit Foto: Indodax
Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pelemahan pada Rabu (26/8/2026) pagi. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu tertekan 0,15% dalam 24 jam terakhir ke kisaran Rp1,39 miliar per koin atau US$78.608.
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 07.33 WIB, Bitcoin bergerak pada rentang Rp1,377 miliar hingga Rp1,437 miliar per koin. Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai Rp27,92 kuadriliun dengan volume transaksi 24 jam sebesar Rp821 miliar.
Meski dalam harian aset BTC tertekan tipis, tapi dalam kurun sepekan pergerakan harga Bitcoin menunjukkan perbaikan yang cukup ciamik di mana tumbuh 21,69% dan dalam 30 hari terakhir sebesar 20,64%.
Melansir BeInCrypto, BTC mulai memperlihatkan sinyal awal peralihan ke fase bull market. Bull score dari CryptoQuant tercatat melonjak dari 30 ke 80 hanya dalam waktu satu pekan, ini adalah lonjakan tercepat yang tercatat dalam setahun terakhir.
Namun sinyal ini belum bisa dibilang final. Mengutip BeInCrypto pada Rabu (26/8/2026), harga Bitcoin masih perlu ditutup secara konsisten di atas level rata-rata pergerakan 365 hari (365-day moving average), yang kini berada di kisaran US$83.000, sebelum tren bullish ini benar-benar terkonfirmasi.
Sejauh ini, BTC sudah menguat sekitar 24% sejak Senin (17/8/2026), dengan harga sempat menembus US$81.272 di bursa Binance yang mana menjadi level tertinggi yang dicapai Bitcoin sejak 15 Mei 2026.
CryptoQuant juga mencatat perbaikan sentimen ini lewat bull score, indikator gabungan dari 10 metrik on-chain dan pasar. Skor BTC kini berada di level 80, tertinggi sejak 6 Oktober 2025 saat Bitcoin masih di kisaran US$124.000, dengan delapan dari 10 indikator menunjukkan sinyal positif.
Selain itu, permintaan pasar turut mendukung tren ini. Permintaan spot Bitcoin tumbuh dengan laju bulanan tercepat sejak akhir Desember, sementara permintaan di pasar spot dan futures kompak menguat bersamaan untuk pertama kalinya sejak awal Oktober 2025.
Kepala Riset CryptoQuant Julio Moreno menilai pasar Bitcoin sudah berpindah fase.
“Rezim pasar telah beralih ke tren naik untuk Bitcoin,” ujarnya.
Meski begitu, ia menegaskan konfirmasi resmi bull market baru berlaku setelah harga BTC menembus rata-rata pergerakan 365 hari di kisaran US$83.000.
Sebagian besar aset kripto tercatat mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir. Pada pasar yang berkapitalisasi besar, XRP mencatatkan koreksi terdalam sebesar 3,52% ke posisi Rp25.376 per koin. Disusul Solana (SOL) yang turun 2,26% menjadi Rp1,70 juta per koin, Binance Coin (BNB) melemah 2,05% menjadi Rp12,26 juta per koin, dan Ethereum (ETH) terkontraksi 1,60% ke level Rp43,24 juta per koin.
Sementara itu, aset kripto berkapitalisasi menengah dan kecil turut bergerak melemah. Cardano (ADA) memimpin koreksi dengan penurunan 5,59% ke level Rp3.714 per koin. Diikuti Dogecoin (DOGE) yang terkoreksi 4,63% menjadi Rp1.522 per koin, Chainlink (LINK) turun 3,44% menjadi Rp199.485 per koin, TRON (TRX) melemah 2,72% ke level Rp5.946 per koin, dan Bitcoin Cash (BCH) terkoreksi 2,08% menjadi Rp4,69 juta per koin.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: