Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Pemerintah ingin geliat perdagangan tidak berhenti di pusat-pusat kota. Ekosistem ritel modern didorong menjangkau wilayah pedesaan agar akses masyarakat terhadap barang kebutuhan semakin luas sekaligus membuka pasar bagi produk lokal.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perluasan jaringan ritel hingga desa sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, aktivitas perdagangan perlu dibangun lebih merata, termasuk dengan memanfaatkan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Presiden juga mendorong agar ritel ini tidak hanya di kota-kota besar ataupun di urban, tetapi masuk juga di pedesaan,” ujar Airlangga saat membuka Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Keberadaan KDKMP, lanjut Airlangga, dapat menjadi salah satu penghubung antara kebutuhan masyarakat desa dengan jaringan distribusi ritel. Koperasi tersebut juga diharapkan tidak sekadar menjadi tempat penyaluran barang, tetapi ikut membuka akses pasar bagi komoditas yang dihasilkan masyarakat setempat.
Pemerintah, kata dia, mendorong agar barang ritel yang mendapatkan subsidi bisa lebih mudah ditemukan masyarakat melalui jaringan koperasi tersebut. Pada saat yang sama, KDKMP juga dapat berperan menyerap hasil pertanian dan perikanan dari daerah masing-masing.
“Sekaligus mempunyai tugas sebagai agen untuk membeli barang-barang hasil pertanian ataupun perikanan di daerah masing-masing,” katanya.
Namun, membangun ekosistem ritel di desa tidak cukup hanya dengan memperluas akses barang. Airlangga menilai kemampuan pengelola koperasi juga perlu ditingkatkan, terutama dalam mengadopsi sistem yang selama ini digunakan oleh ritel modern.
Karena itu, ia meminta pelaku industri ritel ikut mentransfer pengetahuan kepada pengelola KDKMP. Salah satu yang diharapkan terlibat adalah Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).
Pelatihan tersebut dinilai penting agar koperasi di desa dapat mengembangkan sistem digital yang lebih modern. Dengan begitu, akses terhadap barang kebutuhan yang tidak mendapatkan subsidi maupun tidak dikelola pemerintah bisa dilakukan secara lebih efisien.
“Dari sini tentu saya mohon agar Hippindo juga bisa membantu dalam bentuk pelatihan dan yang lain agar mereka (KDKMP) bisa mengembangkan dengan sistem digital yang setara dengan ritel-ritel modern,” ujar Airlangga.
Baca Juga: Airlangga Ungkap Masalah Retail: Stok Tipis Bisa Bikin Konsumen Cari Barang ke Luar Negeri
Baca Juga: Airlangga Ungkap Celah Baru Ekonomi dari Belanja Wisatawan
Baca Juga: Kata Airlangga Soal Penanganan Asap Karhutla Lintas Negara
Di sisi lain, pemerintah ingin penguatan perdagangan domestik berjalan beriringan dengan peningkatan produksi dalam negeri. Artinya, pertumbuhan transaksi di sektor ritel tidak hanya mendorong konsumsi, tetapi juga menciptakan pasar bagi barang yang diproduksi oleh industri nasional.
Airlangga berharap semakin kuatnya hubungan antara produsen lokal dan jaringan ritel dapat menciptakan siklus ekonomi yang lebih panjang. Produk dalam negeri memperoleh pasar, sementara masyarakat mendapatkan pilihan barang yang lebih mudah dijangkau.
“Pemerintah mendorong sinergi antara ritel, dan harapannya tentu barang yang didorong di ritel itu juga barang yang diproduksi di dalam negeri,” katanya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan