Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Singgung Upaya Hancurkan Relasi Jokowi dan Prabowo, Ada Bocoran Terbaru dari Ketum Projo Budi Arie

Singgung Upaya Hancurkan Relasi Jokowi dan Prabowo, Ada Bocoran Terbaru dari Ketum Projo Budi Arie Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi buka suara mengenai polemik yang menyeret hubungannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto. 

Budi Arie menyebut ada banyak pihak yang ingin membuat kedua tokoh tersebut berselisih. Hal tersebut menyusul banyak pihak yang mencoba menyeret mantan presiden itu sebagai dalang dibalik ucapannya yang viral dalam media sosial.

Baca Juga: PDIP Cium Kejanggalan di Balik Video Ketum Projo Budi Arie: Kehadiran Jokowi hingga Demo 27 Agustus

“Gini loh, pihak-pihak yang ingin mengadu domba Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Ini kan banyak sekali,” kata Budi Arie, dikutip Jumat (28/8/2026).

Menurut Budi Arie, keberadaan politikus itu dalam pertemuan tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa mantan kepala negara itu menyetujui analisis yang ia sampaikan. Ia juga meminta publik tidak membingkai pernyataannya seolah-olah berasal dari Jokowi.

“Jangan di-framing-framing bahwa beliau mau ini, seperti ini,” ujarnya.

Budi Arie menjelaskan konteks pertemuan tersebut. Menurutnya, Jokowi saat itu justru berusaha menenangkan para relawan yang menyampaikan berbagai masukan mengenai kondisi nasional.

Dalam pertemuan itu, mantan presiden itu menyampaikan pandangan mengenai situasi ekonomi Indonesia. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi masih berada di atas 5 persen, sementara tingkat inflasi berada di sekitar 3,2 persen.

“Masih semuanya on the track,” ujar Budi Arie.

Sebelumnya, Budi Arie mengaku memiliki insting bahwa pemilu dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal 2029. Hal itu viral karena dikatakannya saat dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)/

"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.

Budi Arie juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia membandingkannya dengan situasi menjelang perubahan besar pada akhir Orde Baru.

Baca Juga: Habib Rizieq Komentari Demo 27 Agustus: Sesuai Tidak dengan Keinginan Kita?

"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun '97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi," tegasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar