- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
BWPT Disorot Anwar Ibrahim, Ini Porsi Saham Peter Sondakh di Eagle High Plantations
Kredit Foto: Rajawali
PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) kembali menjadi sorotan setelah Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan persoalan investasi Federal Land Consolidation and Rehabilitation Authority (Felda) di perusahaan perkebunan sawit tersebut.
Di tengah sengketa investasi Felda yang berpotensi menimbulkan kerugian hingga RM2,5 miliar atau sekitar Rp11 triliun, struktur kepemilikan BWPT turut menarik perhatian. Pasalnya, nama Peter Sondakh masih memiliki jejak kuat di Eagle High Plantations melalui kelompok usaha Rajawali Corpora.
Berdasarkan data yang dihimpun Warta Ekonomi, Jumat (28/8/2026), PT Rajawali Capital International tercatat sebagai salah satu pemegang saham terbesar BWPT dengan kepemilikan sekitar 37,70%. Entitas tersebut memiliki keterkaitan dengan kelompok Rajawali Corpora yang berada di bawah kendali pengusaha Peter Sondakh.
Di sisi lain, sekitar 37% saham BWPT dimiliki FIC Properties Sdn Bhd (FICP), entitas yang berkaitan dengan Felda. Dengan demikian, kedua pemegang saham strategis tersebut secara bersama-sama menguasai sekitar 74,70% saham BWPT.
Sedangkan sekitar 23,98% saham berada di tangan publik dan sekitar 1,28% merupakan saham treasuri.
Dari Rajawali ke Felda
Keterkaitan Peter Sondakh dengan BWPT tidak muncul secara tiba-tiba. Jejak tersebut berawal dari kepemilikan kelompok Rajawali di perusahaan perkebunan sawit ini.
Eagle High Plantations sendiri didirikan pada 2000 dengan nama PT Bumi Perdana Prima International. Nama perseroan kemudian berubah menjadi PT BW Plantation pada 2007, sebelum sahamnya resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 Oktober 2009 dengan kode saham BWPT.
Dalam perjalanannya, kelompok Rajawali menjadi salah satu pemegang saham penting perusahaan. Namun, struktur kepemilikan kemudian berubah setelah FIC Properties masuk melalui transaksi akuisisi saham.
FIC Properties mengakuisisi sekitar 37% saham BWPT yang sebelumnya dimiliki kelompok Rajawali. Nilai transaksi tersebut dilaporkan mencapai US$505,4 juta atau sekitar Rp6,7 triliun.
Masuknya FIC Properties membuat kepemilikan saham BWPT kemudian terbagi cukup dominan antara dua kelompok besar, yakni Rajawali dan Felda.
Baca Juga: Di Balik Sengketa Felda dan Anwar Ibrahim, Begini Peta Kepemilikan Saham BWPT
Baca Juga: Disorot PM Malaysia Anwar Ibrahim soal Kerugian Investasi Felda Rp11 Triliun, Ini Respons BWPT
Baca Juga: PM Malaysia Minta Bantuan Prabowo Selesaikan Investasi Felda di BWPT Senilai Rp11 Triliun
Jejak Rajawali di BWPT
Meski Felda kini menjadi salah satu pemegang saham utama BWPT, keterkaitan kelompok Rajawali dengan perusahaan tersebut masih terlihat melalui kepemilikan 37,70% saham oleh PT Rajawali Capital International.
Dengan porsi sebesar itu, Rajawali masih menjadi pemegang saham strategis BWPT dan memiliki posisi penting dalam struktur kepemilikan perseroan.
Di sisi lain, kepemilikan FIC Properties menjadi sorotan karena investasi Felda di BWPT kini tengah menghadapi persoalan hukum. Anwar Ibrahim menyebut perkara tersebut masih berproses di pengadilan Indonesia dan berpotensi membuat Felda mengalami kerugian hingga RM2,5 miliar.
Dengan demikian, sengketa investasi Felda tidak hanya kembali mengangkat persoalan hubungan investasi Malaysia-Indonesia, tetapi juga membawa perhatian pada peta kepemilikan BWPT dan posisi kelompok Peter Sondakh di perusahaan sawit tersebut.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: