Kredit Foto: Pertamina
PT Pertamina (Persero) mengidentifikasi 13 lokasi studi pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS) serta carbon capture, utilization, and storage (CCUS) di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, dengan total potensi kapasitas penyimpanan mencapai 7,3 gigaton (GT) karbon dioksida.
Salah satu proyek yang disiapkan Pertamina adalah CCS Hub Asri Basin dengan potensi kapasitas penyimpanan hingga 2,9 GT CO₂. Hub tersebut dirancang untuk menerima dan menyimpan emisi karbon dari industri di dalam negeri maupun kawasan regional.
Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini, mengatakan Pertamina mengembangkan fasilitas penyimpanan karbon berbasis konsep infrastruktur bersama atau shared infrastructure.
Skema itu memungkinkan sejumlah penghasil emisi menggunakan sarana pengangkutan dan penyimpanan karbon secara bersama-sama.
“CCS merupakan salah satu kunci utama dekarbonisasi operasional dan perluasan portofolio rendah karbon Pertamina. Untuk menekan biaya unit CCS, kami menerapkan konsep penggunaan infrastruktur bersama melalui regional hub, sehingga para penghasil emisi karbon dapat berbagi sarana penyimpanan,” ujar Emma dalam International Indonesia CCS Forum 2026 di Jakarta.
Pengembangan CCS/CCUS menjadi bagian dari strategi bisnis rendah karbon Pertamina. Perusahaan memanfaatkan rantai bisnis terintegrasi, mulai dari sumber emisi, penangkapan karbon, pencairan, pengangkutan laut, injeksi, penyimpanan, hingga monetisasi karbon.
Pertamina menilai pengembangan CCS memerlukan kepastian pembiayaan proyek, insentif fiskal, perizinan yang lebih sederhana, serta keselarasan standar lintas negara.
Keselarasan tersebut mencakup sistem pengukuran, pelaporan, dan verifikasi atau measurement, reporting, and verification (MRV) untuk mendukung pengangkutan dan penyimpanan karbon lintas batas.
Baca Juga: Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026
Baca Juga: Pertamina Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Berbasis Energi Terbarukan
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pengembangan CCS/CCUS diarahkan untuk memperkuat bisnis rendah karbon dan meningkatkan nilai tambah dari kapabilitas hulu hingga hilir Pertamina.
“Dengan potensi penyimpanan karbon yang besar, Indonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pengembangan CCS di kawasan. Pertamina terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan mitra strategis agar potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia sekaligus mendukung target dekarbonisasi,” tutup Baron.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: