Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau lima saham yang menunjukkan aktivitas perdagangan tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA). Empat di antaranya masuk radar BEI setelah mengalami kenaikan harga yang tidak biasa, sementara satu saham lainnya menunjukkan pola transaksi yang tidak wajar.
Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan menyatakan, empat saham yang mengalami peningkatan harga tidak biasa adalah PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL), PT Charnic Capital Tbk (NICK), PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE), dan PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA).
Adapun saham PT Golden Flower Tbk (POLU) mengalami penurunan yang cukup dalam, sehingga mengindikasikan pola transaksi yang tidak biasa.
Endra menegaskan, masuknya suatu saham dalam pengumuman UMA bukan berarti perusahaan atau saham tersebut telah terbukti melakukan pelanggaran terhadap peraturan di bidang pasar modal.
"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut, Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa," ujar Endra dalam keterbukaan infomasi BEI, Jumat (28/8/2026).
Baca Juga: BEI Resmi Luncurkan Saham Hijau, HERO, KEEN, dan TOBA Masuk Kategori Green Equity
Baca Juga: Bos BEI Ungkap Alasan Investor Tak Perlu Terlalu Khawatir dengan Aksi Massa
Baca Juga: BEI Delisting 18 Emiten pada November 2026
Pergerakan saham yang masuk radar UMA masih bervariasi pada perdagangan Hari ini. Hingga pukul 14.40 WIB, saham POLU yang turun tajam, dibandingkan empat saham lainnya yang bertengger di zona hijau. menjadi yang mencatat kenaikan paling tinggi, sedangkan NICK justru terkoreksi.
Berikut pergerakannya:
- LIFE: Rp8.500, naik Rp350 atau 4,3%
- PPGL: Rp322, naik Rp28 atau 9,5%
- POLU: Rp17.250, turun Rp2.150 atau 11%
- GPRA: Rp110, naik Rp1 atau 0,9%
- NICK: Rp1.970, turun Rp40 atau 2,1%
Dengan demikian, PPGL menjadi saham dengan penguatan terbesar, yakni 9,5% dan saham POLU yang satu-satunya mengalami penurunan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: