Guntur: Kalau Lagi Berkuasa Minta 3 Periode, Kalau Tak Berkuasa Minta Pemilu Dipercepat, Serakah itu Unlimited!
Kredit Foto: Twitter/Mohamad Guntur Romli
Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, melontarkan kritik tajam terhadap manuver politik yang berasal dari lingkaran mantan Presiden Jokowi.
Guntur menyebut kemunculan wacana percepatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 yang disuarakan oleh Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi sebagai bentuk keserakahan kekuasaan dan upaya untuk mendelegitimasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Guntur, Jokowi dan lingkaran terdekatnya tidak pernah jauh dari kegaduhan politik dan kerap memunculkan wacana yang berisiko menabrak konstitusi.
Politisi PDIP tersebut menyoroti adanya pola manuver politik yang berulang pada tahun 2026 ini. Jika di masa lalu lingkaran tersebut sibuk mewacanakan perpanjangan masa jabatan, kini narasinya dibalik menjadi upaya pemotongan masa jabatan pihak yang sedang berkuasa.
"Dulu minta perpanjangan presiden 3 periode, sekarang melempar percepatan Pemilu 2029. Bukan lagi wacana memperpanjang kekuasaan Jokowi, tapi mempercepat berakhirnya kekuasaan Prabowo," ungkap Guntur.
Ia menilai bahwa dorongan untuk mempercepat pemilu saat mereka tidak lagi memegang tampuk kekuasaan adalah bukti nyata dari ambisi politik yang berlebihan.
"Nafsu kekuasaan Jokowi dan lingkarannya sangat nyata. Kalau tidak berkuasa, dia dorong Pemilu lebih cepat. Serakah itu unlimited," tegasnya.
Di sisi lain, Guntur menegaskan bahwa sikap kritisnya selama ini bersikap objektif dan tidak hanya ditujukan kepada satu pihak. Ia menekankan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pun tak luput dari kritiknya.
Namun, dalam penyampaian kritik tersebut, Guntur menyentil adanya perbedaan sikap dalam menanggapi masukan antara basis pendukung Prabowo dengan basis pendukung Jokowi.
"Kontenku tidak hanya ngomongin Jokowi. Prabowo dan pemerintah juga aku kritik, tapi bedanya telinga pendukung Prabowo tidak setipis Termul," pungkas Guntur.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat