Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Elite PDIP: 'Ngakunya Hebat Segede Gajah, Tapi Kelakuan Tikus Gorong-Gorong!'

Elite PDIP: 'Ngakunya Hebat Segede Gajah, Tapi Kelakuan Tikus Gorong-Gorong!' Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Yevri Sitorus, mengecam keras serangan masif di media sosial yang terus menyudutkan partainya. Ia menepis tegas berbagai narasi yang mengaitkan PDIP dengan isu pemakzulan, polemik ijazah, aksi demonstrasi, hingga rumor keretakan hubungan di pucuk kekuasaan.

Deddy menilai serangan tersebut tidak berdasar dan digerakkan secara terorganisir oleh pasukan siber bayaran (buzzer).

"Padahal apa hubungan PDI Perjuangan soal pemakzulan, ijazah, demo, dan keretakan hubungan di puncak kekuasaan? Ngakunya semangat dan kehebatan segede gajah tapi kelakuan seperti tikus gorong-gorong! Dasar ternak berbayar!" tegas Deddy meluapkan kekesalannya.

Kegeraman elite PDIP ini terjadi di tengah suhu politik yang kembali memanas akibat pernyataan kontroversial Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.

Dalam sebuah tayangan yang viral di media sosial, Budi Arie melontarkan wacana bahwa Pemilu berpotensi digelar lebih cepat dari jadwal resmi tahun 2029.

Budi Arie secara terang-terangan mengaku telah menyampaikan "insting" politiknya tersebut kepada Jokowi.

"Saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ungkap Budi Arie.

Lebih lanjut, Budi Arie memprediksi kemungkinan terjadinya percepatan pemilu akibat kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia bahkan menyandingkan situasi saat ini dengan masa transisi keruntuhan Orde Baru.

Menurut pandangannya, dinamika yang ada berpotensi memicu apa yang ia sebut sebagai 'patahan sejarah', merujuk pada rentetan peristiwa tahun 1997 yang berujung pada percepatan pemilu di tahun 1999.

"Potensi (percepatan) ini bukan tak ada. Sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi," pungkas Budi Arie.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat