Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Sebut Keadaan Indonesia Saat Ini Baik-baik Saja, Kata Ketum Projo Budi Arie

Jokowi Sebut Keadaan Indonesia Saat Ini Baik-baik Saja, Kata Ketum Projo Budi Arie Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengungkap isi pembicaraan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Selain terkait dinamika perpolitikan, mantan presiden itu juga menyoroti kondisi dari Indonesia.

Menurut Budi Arie, Jokowi justru menyampaikan pesan bahwa kondisi negara saat ini masih baik-baik saja. Penjelasan tersebut disampaikan ketika para peserta pertemuan menyampaikan berbagai keresahan dan pandangan mengenai situasi nasional.

Baca Juga: Akhirnya Terungkap Peran Jokowi di Video Viral Ketum Projo Budi Arie

“Kalau Pak Jokowi menyampaikan ini kepada kita semua, keadaan tetap baik-baik saja. Ekonomi masih tumbuh 5 persen, inflasi masih terkendali 3,2 persen, kondisi ekonomi masyarakat masih baik. Justru Pak Jokowi menjelaskan kepada kita kondisinya. Keresahan-keresahan kita dijawab semua oleh Pak Jokowi,” kata Budi Arie dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Budi Arie juga menegaskan pembicaraan mengenai kemungkinan percepatan pemilu bukan berasal dari Jokowi. Ia menyebut analisis tersebut merupakan pandangan pribadi yang disampaikannya dalam forum tersebut.

Menurutnya, keberadaan politikus itu dalam sebuah forum tidak otomatis membuat seluruh pendapat yang disampaikan peserta menjadi sikap mantan presiden tersebut.

“Semua teman-teman yang hadir dalam pertemuan itu, kami menyampaikan kondisi apa adanya. Bukan berarti itu sikapnya Pak Jokowi. Harus dilihat dengan baik, karena Pak Jokowi itu pemimpin yang mau mendengarkan semuanya,” katanya.

Sebelumnya, banyak pihak mengkritik pernyataan kontroversial dari Ketum Projo Budi Arie. Ia diketahui membuat pernyataan yang kemudian viral di media sosial. Dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ia mengaku memiliki insting bahwa pemilu dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal 2029.

"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.

Budi Arie juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia membandingkannya dengan situasi menjelang perubahan besar pada akhir Orde Baru.

Baca Juga: BAP Kasus Ijazah Jokowi Masih Jadi Misteri, Dokter Tifa: Ini Sudah Menjadi Pembohongan Publik

"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun '97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi," tegasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar