Kredit Foto: AMMAN
Menambang dengan Standar Dunia: Ketika Produksi Berjalan Bersama Tanggung Jawab
Besarnya produksi mineral bukan lagi satu-satunya ukuran keberhasilan industri pertambangan modern.
Di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap tembaga, perusahaan tambang menghadapi tuntutan yang semakin besar untuk memastikan aktivitas operasional berjalan dengan standar lingkungan, keselamatan, dan sosial yang bertanggung jawab.
Bagi AMMAN, keberlanjutan menjadi bagian dari cara perusahaan menjalankan operasionalnya. Pendekatan tersebut dilakukan melalui sistem manajemen yang mengintegrasikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial, dan mutu dalam setiap proses kerja.
Salah satu indikator eksternal atas penerapan standar tersebut adalah diterimanya sertifikasi The Copper Mark oleh Batu Hijau pada 2025.
Sertifikasi tersebut mencakup 32 kriteria yang meliputi tata kelola, tanggung jawab sosial, dan pengelolaan lingkungan. Standar yang dikembangkan oleh International Copper Alliance tersebut menjadi salah satu acuan dalam industri tembaga global.
Proses menuju standar tersebut tidak dilakukan secara instan. AMMAN memulai proses sertifikasi sejak 2023 dan kemudian melakukan transisi menuju The Copper Mark Criteria Guide Version 3.0 dengan kriteria yang lebih komprehensif.
Namun keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang sertifikasi.
Ia juga terlihat dari bagaimana perusahaan mengelola dampak operasional sehari-hari.
Diolah Warta Ekonomi
Di Batu Hijau, pengelolaan tailing atau material sisa proses pemisahan mineral menjadi salah satu aspek penting dalam pengendalian dampak lingkungan.
AMMAN menerapkan metode Deep-Sea Tailing Placement (DSTP), yaitu penempatan tailing pada kedalaman 125 meter di bawah permukaan laut.
Sistem tersebut didukung kajian mengenai hidrodinamika laut, sedimentasi, serta pemantauan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.
Selain pengelolaan tailing, perusahaan juga menerapkan sistem pengolahan air limbah terintegrasi.
Pada 2025, tingkat daur ulang air tercatat mencapai 10 persen dari total kebutuhan operasional.
Dalam aspek energi, AMMAN juga mulai meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan. Pada tahun yang sama, sekitar 14 persen konsumsi energi total untuk seluruh operasi berasal dari sumber energi terbarukan.
Transformasi industri pertambangan juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Pengembangan Artificial Intelligence Dashboard Automation (AIDA) menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Sistem tersebut membantu meningkatkan recovery mineral sebesar 2,5 persen, sekaligus berperan dalam mengurangi jejak energi dan emisi per unit produksi.
Di sisi lain, komitmen lingkungan juga diterapkan melalui program reklamasi lahan.
Pada 2025, AMMAN mereklamasi 92,67 hektare lahan, menjadi capaian tahunan tertinggi dalam sejarah operasional perusahaan.
Presiden Direktur AMNT Rachmat Makkasau mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan operasi yang bertanggung jawab.
“Dalam seluruh kegiatan operasional di Batu Hijau, kami berupaya untuk terus menerapkan praktik yang bertanggung jawab, mulai dari pengelolaan lingkungan, penghormatan Hak Asasi Manusia, ketaatan hukum, hingga pemberdayaan masyarakat. Penganugerahan The Copper Mark menjadi bukti komitmen tersebut dari sudut pandang pihak ketiga dan independen,” terang Rachmat Makkasau.
Komitmen tersebut juga mendapatkan pengakuan melalui PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup pada April 2026.
Selain itu, AMMAN mencatat lebih dari 570.000 jam pelatihan keselamatan dan lingkungan pada 2025 serta melibatkan 1.566 pemasok lokal, atau 88 persen dari keseluruhan mitra pengadaan
UMKM dan Warisan Sosial: Ketika Manfaat Industri Tumbuh di Masyarakat
Jika cerita Batu Hijau hanya dilihat dari angka produksi dan sertifikasi internasional, maka gambaran tersebut belum sepenuhnya lengkap.
Sebab dampak sebuah industri tidak hanya terlihat dari jumlah mineral yang dihasilkan, tetapi juga dari bagaimana manfaat ekonomi tersebut tumbuh di tengah masyarakat sekitar.
Di Sumbawa Barat, upaya tersebut dijalankan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) AMMAN. Program ini berfokus pada tiga pilar utama: pengembangan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi dan penguatan sosial-budaya.
Hingga April 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 38.000 penerima manfaat di Kabupaten Sumbawa Barat.
Namun angka tersebut hanyalah satu bagian dari cerita.
Bagian lainnya terlihat dari perubahan yang terjadi pada pelaku usaha lokal yang perlahan mendapatkan akses lebih luas untuk berkembang.
Melalui program Bale Berdaya yang digagas bersama Kumpul.ID, ekosistem kewirausahaan UMKM di Kabupaten Sumbawa diperkuat.
Sementara melalui kemitraan Mastercard Strive bersama Mercy Corps Indonesia, para pengusaha perempuan mendapat pendampingan untuk memasuki ruang digital, mulai dari onboarding platform, mentoring, hingga edukasi keamanan siber.
Program SINERGI dan SELARAS bersama Narasa juga membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan dalam branding dan pemasaran.
Hasilnya, produk lokal seperti kopi Rarak dan tenun Mantar mulai menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk panggung internasional seperti MotoGP Mandalika.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa ekonomi daerah tidak hanya dibangun melalui aktivitas industri besar, tetapi juga melalui kemampuan masyarakat untuk menciptakan nilai dari potensi daerahnya sendiri.
Menjaga Identitas di Tengah Perubahan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi tidak hanya berbicara mengenai pendapatan dan pasar.
Ada identitas masyarakat yang juga perlu dijaga.
Di sisi sosial-budaya, AMMAN turut mendampingi perlindungan kekayaan intelektual komunal masyarakat Sumbawa, termasuk pendaftaran hak cipta atas berbagai motif tenun Kere Alang serta pencatatan ekspresi budaya tradisional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan warisan budaya masyarakat tidak hanya bertahan sebagai simbol identitas, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya

Fasilitas pengolahan AMMAN terintegrasi dengan pelabuhan modern menghadap Laut Flores. Instalasi ini memproses hingga 900.000 ton konsentrat tembaga per tahun dengan teknologi pemurnian logam mulia yang canggih. (Foto: AMMAN)
Tembaga dan Masa Depan Energi Dunia
Di luar aktivitas pertambangan itu sendiri, tembaga kini memiliki posisi strategis dalam perubahan ekonomi global.
Transisi menuju Net Zero Emission membutuhkan pembangunan infrastruktur energi bersih, kendaraan listrik, jaringan listrik pintar, hingga pusat data berbasis kecerdasan buatan.
Semua sektor tersebut membutuhkan tembaga sebagai salah satu material penting.
Sebuah kendaraan listrik membutuhkan lebih banyak tembaga dibanding kendaraan berbahan bakar fosil. Infrastruktur energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga angin, jaringan transmisi, hingga sistem pendukung pusat data juga membutuhkan tembaga dalam jumlah besar.
Di tengah meningkatnya permintaan global dan terbatasnya penemuan tambang baru, cadangan tembaga seperti Batu Hijau dan Proyek Elang memiliki posisi strategis dalam rantai pasok mineral dunia.
Bagi Indonesia, kondisi tersebut membuka peluang untuk mengambil peran lebih besar dalam ekonomi rendah karbon.
AMMAN memperkuat strategi jangka panjang melalui pengembangan energi baru terbarukan dan diversifikasi sumber energi.
Perusahaan mengembangkan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (CCPP) berkapasitas 450 MW yang didukung fasilitas regasifikasi LNG milik PT Amman Nusantara Gas (ANG), serta pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) darat berkapasitas 26,8 MWp.
Peta jalan AMMAN menuju 2030 mencakup peningkatan kapasitas energi terbarukan hingga 1.000 MW.
Target tersebut diarahkan tidak hanya untuk mendukung kebutuhan operasional perusahaan, tetapi juga memperkuat kontribusi terhadap sistem energi lokal.
Di sisi produksi, kehadiran Proyek Elang yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2031 diproyeksikan meningkatkan kapasitas perusahaan secara signifikan.
Saat itu, tembaga dari Sumbawa tidak hanya menjadi komoditas pertambangan, tetapi menjadi bagian dari rantai pasok global untuk berbagai kebutuhan masa depan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: