- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Laba ANTAM Rp6,9 Triliun di Semester I 2026, Arus Kas Operasi Negatif Rp751 Miliar
Kredit Foto: Istimewa
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp6,91 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut tumbuh 34,4% secara tahunan dibandingkan Rp5,14 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Melansir laporan kinerja yang dirilis perusahaan di keterbukaan informasi, kenaikan laba terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan perseroan. ANTAM mencatat pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp62,71 triliun hingga akhir Juni 2026, meningkat 6,3% dari Rp59,02 triliun pada semester I 2025.
Dari sisi operasional, laba bruto ANTAM naik menjadi Rp10,85 triliun, dari Rp8,24 triliun pada semester I 2025. Laba usaha tercatat Rp8,44 triliun, meningkat dibandingkan Rp6,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan kemudian membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp9 triliun, naik dari Rp6,53 triliun pada semester I 2025. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat menjadi Rp265,85 per saham, dari Rp195,43 per saham.
Arus Kas Operasi Berbalik Negatif
Seiring kenaikan laba, ANTAM mencatat arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp751,86 miliar sepanjang semester I 2026. Posisi tersebut berbalik dibandingkan semester I 2025, ketika perseroan membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp2,27 triliun.
Dalam enam bulan pertama 2026, penerimaan kas ANTAM dari pelanggan tercatat Rp61,84 triliun. Di sisi lain, pembayaran kepada pemasok mencapai Rp57,38 triliun.
Baca Juga: Dalam Sepekan, Harga Emas Antam Turun Rp70.00
Perubahan arus kas operasi berlangsung ketika nilai persediaan meningkat. Persediaan ANTAM mencapai Rp14,69 triliun per 30 Juni 2026, naik dari Rp7,73 triliun pada akhir Desember 2025. Dengan demikian, nilai persediaan bertambah Rp6,96 triliun atau sekitar 90% dalam enam bulan.
Meski arus kas operasi tercatat negatif, posisi kas dan setara kas ANTAM pada akhir Juni 2026 meningkat menjadi Rp9,23 triliun, dibandingkan Rp8,43 triliun pada akhir 2025. Posisi kas sekitar Rp9,2 triliun juga tercermin dalam laporan kinerja semester I 2026 yang diberitakan media pasar modal.
Beban Kuangan Naik
Pada periode yang sama, beban keuangan ANTAM tercatat Rp346,65 miliar, melonjak dari Rp40,46 miliar pada semester I 2025. Nilainya naik sekitar 756,7% secara tahunan.
Kenaikan beban keuangan terjadi bersamaan dengan peningkatan posisi pinjaman bank. Pinjaman bank jangka panjang tercatat Rp4,44 triliun per 30 Juni 2026, meningkat dari Rp2,92 triliun pada akhir 2025. ANTAM juga mencatat pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp1,3 triliun pada akhir Juni 2026.
Total liabilitas perseroan mencapai Rp22,74 triliun pada 30 Juni 2026, bertambah Rp6,81 triliun atau sekitar 42,7% dari Rp15,93 triliun pada akhir Desember 2025.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp48.000, Jadi Rp2,67 Juta per Gram
Sementara itu, total aset ANTAM naik menjadi Rp61,27 triliun per akhir Juni 2026, dari Rp52,53 triliun pada akhir 2025. Aset lancar tercatat Rp29,98 triliun.
ANTAM juga mencatat pembayaran dividen sebesar Rp5,61 triliun selama periode berjalan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: