Cerita Djarot Pertama Kali Kenal Ahok: Sama-Sama Kepala Daerah yang 'Kere' di Tiongkok
Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Djarot Saiful Hidayat, membagikan kisah kenangan awal mula persahabatannya dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Pertemuan pertama kedua tokoh politik ini berawal dari sebuah kunjungan studi ke Tiongkok pada tahun 2007 silam.
Saat itu, Djarot masih menjabat sebagai Wali Kota Blitar, sementara Ahok menjabat sebagai Bupati Belitung Timur. Kunjungan belajar tersebut dikoordinasikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PDIP kala itu, Sucipto.
"Saya bertemu dengan Pak Ahok itu agak lama. Waktu itu ada kunjungan belajar ke Tiongkok antara kepala daerah yang dikoordinir oleh Pak Sucipto. Jadi ada kerja sama antara PDIP dengan para kepala daerah dan parlemen di Tiongkok," ungkap Djarot menceritakan momen tersebut ke Merry Riyana, Selasa (1/9/2026).
kemudian, ada kejadian menarik yang membuat Djarot dan Ahok menjadi dekat selama berada di Tiongkok. Berbeda dengan kepala daerah lain yang asyik berbelanja, Djarot dan Ahok justru hanya bisa berdiam diri berdua.
"Yang lainnya kita lihat ya, kepala daerah yang lain kaya-kaya, duitnya banyak banget untuk belanja. Kita tinggal sama Pak Ahok aja berdua. Mereka senang-senang, kita berdua saja karena sama-sama kepala daerah yang kere dan pas-pasan. Akhirnya di hotel kami berdua diskusi," kenangnya.
Dari obrolan di momen tersebut, Djarot mulai menyadari karakter unik yang dimiliki Ahok. Ia melihat Ahok sebagai sosok yang berani, tegas, dan berbicara blak-blakan apa adanya tanpa rasa takut.
Kiprah keduanya berlanjut hingga Pilgub DKI Jakarta tahun 2012. Saat itu, PDIP menugaskan Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai berhasil di Solo untuk maju di ibu kota.
Lewat koalisi dengan Partai Gerindra, nama Ahok yang saat itu menjabat sebagai Anggota Komisi II DPR RI dilirik menjadi calon Wakil Gubernur mendampingi Jokowi.
Persahabatan keduanya terus terjalin, hingga akhirnya Jokowi terpilih menjadi Presiden RI di tahun 2014, Ahok naik jadi Gubernur dan Djarot menempati posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Djarot yang memiliki kebiasaan menaiki sepeda dan sepeda motor saat menjabat di Blitar, sempat mencoba menerapkan kebiasaannya itu di Jakarta agar cepat sampai tujuan. Namun, kebiasaan tersebut langsung mendapat teguran dari Ahok yang mengkhawatirkan keselamatannya.
"Pak Ahok telepon saya, 'Mas boleh naik motor, tapi jangan sering-sering. Ini Jakarta bukan Blitar. Ruwet kalau Jakarta, kalau sampai terjadi apa-apa bahaya'," ujar Djarot menirukan peringatan Ahok saat itu.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat