Habib Bahar Smith: 'Mau GRIB, Mau Preman Gabung Jadi Satu, Saya Gak Gemetar, Lawan!
Kredit Foto: Ist
Pendakwah kondang, Habib Bahar bin Smith, meluapkan kemarahannya atas insiden berdarah yang menewaskan seorang warga paruh baya penjual cermin bernama Bambang Setiawan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Peristiwa ini lantas dikaitkan dengan ormas GRIB Jaya pimpinan Hercules Rosario Marshall, kejadiannya terjadi tak lama setelah aksi demonstrasi di Gedung DPR pada 27 Agustus 2026 lalu dan berujung ricuh.
GRIB Jaya selakuk organisasi mengakui bahwa mereka mengerahkan anggotanya untuk membantu aparat atau Pam Swakarsa menjaga situasi demonstrasi agar tertib dan tidak terjadi kericuhan.
Korban yang diidentifikasi bernama Bambang Setiawan, disebut Habib Bahar sebagai warga sipil tak bersalah yang menjadi korban kebrutalan pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh anggota GRIB.
Habib Bahar membeberkan kronologi tragis yang menimpa almarhum Bambang Setiawan. Menurut Bahar, korban saat itu tidak sedang mengikuti aksi unjuk rasa.
"Bapak Bambang ini pergi dari rumahnya mau matikan lampu di tokonya. Saat di jalan, diseret sampai keluar, ditelanjangi, dipukuli sampai mati," ujar Habib Bahar dengan nada tinggi di hadapan massa pendukungnya yang diunggah di akun Pecinta Habaib.
Habib Bahar Smith lantas mengecam aksi tersebut sebagai tindakan yang "biadab", ia pun menunjuk pihak-pihak yang diduga terlibat di lokasi kejadian dan menyebut adanya kehadiran Organisasi Masyarakat (Ormas) GRIB saat pengeroyokan terjadi.
"Di situ ada ormas GRIB dan ada beberapa orang yang pakai hitam-hitam. Semua masyarakat tahu, semua rakyat tahu," tegasnya.
Bahar menyatakan tidak gentar untuk menyuarakan kebenaran demi mendapatkan keadilan bagi keluarga korban. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dan melayat ke rumah korban dan berbicara dengan istri dan anak korban yang bernama Yoga.
"Almarhum Bapak Bambang pasti mendapatkan keadilan," janjinya kepada keluarga almarhum.
Meskipun mengecam kematian Bambang, Habib Bahar menggarisbawahi bahwa dirinya juga tidak mendukung aksi demonstrasi yang bertujuan membuat kerusuhan. Menurutnya, kerusuhan hanya akan merusak kedaulatan bangsa dan membuka celah bagi negara asing.
"Saya tidak setuju kalau ada demo yang mau bikin rusuh. Bahkan bakal saya lawan. Karena kalau terjadi kerusuhan di mana-mana, maka kedaulatan Indonesia dikhawatirkan bisa diambil oleh negara-negara asing," jelasnya.
Namun, ia menegaskan bahwa aksi kekerasan oleh preman, baik yang berbaju ormas maupun dari oknum aparat tidak boleh dibiarkan. Ia menantang siapapun untuk berhadapan dengannya jika mencoba menghalangi keadilan.
"Saya tidak peduli. Siapapun, mau GRIB, mau ormas yang lain, mau preman, siapa pun, kalian gabung jadi satu. Demi Allah, jangan bikin saya takut, saya enggak bakal gemetar," katanya menantang.
Di akhir pernyataannya, Habib Bahar menyampaikan seruan membara kepada seluruh rakyat Indonesia untuk berani melawan segala bentuk premanisme.
"Wahai masyarakat Indonesia. Ayo, bangkitlah kalian. Jangan pernah kalian takut dengan premanisme dari siapa pun premanisme datangnya," seru Bahar.
"Mau dari aparat, mau dari ormas. Kalau mereka preman jangan pernah kalian takut. Lawan mereka, kejar mereka sampai punah premanisme di negara kita. Allahu Akbar!" pungkasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat