Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indonesia Tawarkan 100 Lebih Blok Migas ke Rusia

Indonesia Tawarkan 100 Lebih Blok Migas ke Rusia Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan lebih dari 100 blok minyak dan gas bumi (migas) kepada investor Rusia. Penawaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka peluang investasi sektor energi dalam ajang Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, mengatakan pemerintah saat ini membuka peluang bagi investor Rusia untuk mengikuti proses lelang blok migas yang telah disiapkan.

"Sektor energi terus, dalam hal ini Kementerian ESDM menawarkan lebih dari seratus blok migas kepada investor-investor dari Rusia," ujar Erani saat ditemui di Kantor ESDM, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Menurut dia, investor Rusia yang berminat dapat mengikuti mekanisme lelang yang telah dibuka pemerintah.

"Jika mereka tertarik untuk mengikuti proses lelang, ya di situ," katanya.

Selain sektor migas, pemerintah juga membuka peluang kerja sama energi lain dengan Rusia, termasuk pengembangan energi nuklir. Namun, Erani belum memberikan rincian terkait peluang kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang sebelumnya dikaitkan dengan perusahaan energi Rusia, Rosatom.

Ia menyebut informasi lebih detail mengenai kerja sama tersebut akan disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

"Saya tidak mengikuti pembahasan detailnya. Nanti Pak Menteri yang lebih afdol memberikan keterangan mengenai hal ini," ujar Erani.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar setiap penjajakan kerja sama Indonesia dan Rusia menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Bahlil, kerja sama energi dengan Rusia harus diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, baik melalui peningkatan produktivitas migas, pembangunan infrastruktur energi, maupun pengembangan teknologi energi masa depan.

"Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Kerja sama energi dengan Rusia harus memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Bahlil.

Baca Juga: RUU Migas Ditargetkan Rampung Oktober, Bagaimana Nasib SKK Migas?

Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas Produksi Migas, Pertamina Hulu Rokan Resmi Operasikan EPF Libo GS

Dalam forum EEF, Bahlil menyebut Indonesia dan Rusia memiliki potensi kerja sama yang saling melengkapi. Rusia memiliki keunggulan dalam sektor energi, teknologi, dan rekayasa, sementara Indonesia memiliki pasar domestik besar serta posisi strategis di kawasan ASEAN.

Peluang kolaborasi tersebut mencakup sektor minyak dan gas bumi, eksplorasi, produksi, pengolahan migas, hingga pengembangan energi masa depan seperti energi terbarukan dan pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai.

Bahlil menegaskan, kerja sama yang dijajaki tidak boleh berhenti pada komitmen, tetapi harus menghasilkan investasi, transfer teknologi, dan nilai tambah bagi industri nasional.

"Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada komitmen. Tindak lanjutnya harus konkret, terukur, menghadirkan investasi dan transfer teknologi," tegas Bahlil.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra