Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PVMBG Duga Dentuman Misterius Berkaitan dengan Erupsi Anak Krakatau

PVMBG Duga Dentuman Misterius Berkaitan dengan Erupsi Anak Krakatau Kredit Foto: Rena Laila Wuri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menduga suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Meski demikian, PVMBG menegaskan dugaan tersebut belum dapat memastikan sumber dentuman secara pasti.

Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Rita Susilawati mengatakan dentuman yang dilaporkan masyarakat terjadi pada waktu yang berdekatan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Nah, kami memang di dalam hal ini terkait dentuman ini, kami menduga itu memang ada kaitannya dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan," kata Rita dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Rita, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung selama beberapa jam sejak Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari. Selama periode tersebut, petugas di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Krakatau Pasauran juga masih mendengar suara gemuruh dari aktivitas erupsi.

PVMBG menilai rambatan suara letusan gunung api hingga jarak yang cukup jauh bukan merupakan fenomena yang baru. Rita mengatakan kejadian serupa pernah terjadi pada sejumlah erupsi gunung api di Indonesia.

Salah satunya saat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada April 2020. Ketika itu, suara dentuman dilaporkan terdengar hingga wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang waktunya bertepatan dengan aktivitas erupsi pada 10 April 2020.

Fenomena serupa juga terjadi saat erupsi Gunung Kelud pada 13 Februari 2014. Saat itu, suara dentuman terdengar hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah meski berada cukup jauh dari pusat erupsi.

Menurut Rita, erupsi Gunung Kelud saat itu menghasilkan kolom erupsi setinggi sekitar 17 kilometer sehingga melepaskan energi akustik yang sangat besar dan memungkinkan suara merambat hingga jarak yang jauh.

Meski demikian, ia menegaskan kesamaan waktu antara dentuman dan erupsi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa sumber suara berasal dari Gunung Anak Krakatau.

"Kesamaan waktu ini memang merupakan indikasi korelasi yang belum dengan sendirinya membuktikan sumber dentuman secara pasti," ujarnya.

Rita mengatakan kepastian sumber dentuman masih memerlukan analisis lanjutan dengan mencocokkan waktu terjadinya erupsi dan waktu laporan masyarakat.

"Kepastian sumbernya ini tetap memerlukan pencocokan waktu erupsi dan waktu pelaporan masyarakat," katanya.

Baca Juga: Dokter Tifa: Dentuman Anak Krakatau Sudah Jadi Sorotan Dunia

Baca Juga: Profesor BRIN Ingatkan Mimpi Buruk Krakatau 1883, Soroti Erupsi Anak Krakatau

Selain itu, faktor atmosfer seperti perbedaan temperatur dan kecepatan angin juga dapat memengaruhi perambatan suara dari aktivitas vulkanik sehingga menjadi bagian dari analisis yang sedang dilakukan PVMBG.

Sementara itu, Gunung Anak Krakatau hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi dan tetap mengikuti informasi resmi serta arahan pemerintah.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Annisa Nurfitri