Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Industri Gim Indonesia Sudah Rp32 Triliun, Esports Dibidik Capai Rp42,31 Triliun di 2029

Industri Gim Indonesia Sudah Rp32 Triliun, Esports Dibidik Capai Rp42,31 Triliun di 2029 Kredit Foto: Antara/Fikri Yusuf
Warta Ekonomi, Jakarta -

Industri esports nasional diproyeksikan mencapai nilai USD2,4 miliar atau Rp42,31 triliun (kurs Rp17.630,8) pada 2029. Pertumbuhan tersebut dinilai tidak hanya menciptakan peluang bagi pemain profesional, tetapi juga membuka kebutuhan talenta di berbagai sektor ekonomi digital.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Aryo Pamuragung mengatakan perkembangan gim dan esports telah membentuk ekosistem industri yang lebih luas. Ekosistem tersebut mencakup produksi gim, kompetisi, konten, komunitas, teknologi, hingga bisnis digital.

“Industri gim sudah bukan sekadar permainan yang bisa kita pandang sebelah mata. Ini adalah industri yang sangat besar dan menjadi bagian dari ekosistem digital,” ujar Aryo dalam kegiatan esports Mobile Legends yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhakti Postel ke-81 di Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).

Menurut Aryo, nilai industri gim di Indonesia pada 2025 mencapai sekitar Rp32 triliun. Sementara itu, industri esportsnasional diproyeksikan mencapai USD2,4 miliar pada 2029.

Besarnya nilai tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi yang terbentuk tidak berhenti pada pertandingan gim. Pertumbuhan industri juga membutuhkan pemain, kreator konten, programmer, desainer, animator, penulis cerita, pengembang audio, hingga pelaku bisnis digital.

Aryo menilai perkembangan jumlah pemain dan komunitas esports perlu diikuti dengan peningkatan talenta yang masuk ke sisi produksi dan pengembangan gim. Dengan demikian, anak muda tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga dapat masuk ke berbagai profesi dalam rantai industri digital.

“Kami harap rekan-rekan yang hadir di sini tidak hanya sebagai pemain saja, tapi juga akan memunculkan kreator-kreator gim di Indonesia, kreator gim lokal, developer-developer gim lokal,” ujarnya.

Baca Juga: Komdigi Minta Operator Seluler Bangun Jaringan di Wilayah Potensi Ekonomi

Baca Juga: Jangan Lepas Tangan! Komdigi Minta Platform Media Sosial Cegah Misinformasi dan Disinformasi

Menurutnya, semakin banyak talenta yang memahami sisi produksi gim, semakin besar peluang Indonesia memperoleh manfaat ekonomi dari pertumbuhan industri tersebut.

“Kita ingin masyarakat dan pasar gim di Indonesia ini tidak hanya dinikmati oleh luar, tapi Indonesia bisa mengambil manfaat ekonomi di situ,” kata Aryo.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri