- Home
- /
- Government
- /
- Government
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Kemenhub: Lima Bandara Ditutup
Kredit Foto: Azka Elfriza
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat lima bandara harus ditutup sementara setelah abu vulkanik terpantau mencapai kawasan Bandara Soekarno-Hatta.
Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan penerbangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga terus memperbarui informasi terkait kondisi cuaca dan sebaran abu vulkanik yang dapat memengaruhi jalur penerbangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan abu vulkanik terpantau mencapai kawasan Soekarno-Hatta sekitar pukul 01.00-01.30 WIB. Setelah dilakukan paper test untuk memastikan keberadaan abu vulkanik, Kemenhub menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) pada pukul 01.42 WIB.
"Alhamdulillah sampai dengan jam 01.30 pagi abu sudah mencapai Soekarno-Hatta setelah kita lakukan paper test dan kemudian kita langsung menerbitkan NOTAM pukul 01.42 WIB,” ujarnya dalam konferensi pers pembaruan situasi erupsi Gunung Anak Krakatau secara daring, Minggu (6/9/2026).
Lima Bandara Ditutup
Lukman menjelaskan, lima bandara yang ditutup sementara akibat kondisi tersebut meliputi Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Budiarto Curug, dan Bandara Pondok Cabe.
Bandara Soekarno-Hatta ditutup hingga pukul 13.30 WIB. Sementara Bandara Halim Perdanakusuma dan Radin Inten II ditutup hingga pukul 14.00 WIB. Adapun Bandara Budiarto Curug ditutup hingga pukul 13.30 WIB dan Bandara Pondok Cabe hingga pukul 14.00 WIB.
"Memang seperti disampaikan oleh Pak Kepala BMKG memang saat ini sudah lima airport yang ditutup di mana airport adalah Tangerang ya Soekarno-Hatta hingga 13.30, Halim Perdanakusuma hingga 14.00, kemudian Radin Inten Lampung hingga 14.00, Budiarto Curug hingga 13.30, dan tambah lagi barusan adalah Pondok Cabe hingga pukul 14.00. Jadi sudah lima airport ditutup,” katanya.
BMKG Terbitkan 50 SIGMET
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan pihaknya telah menerbitkan sekitar 50 Significant Meteorological Information (SIGMET) sejak erupsi awal Gunung Anak Krakatau pada 4 September 2026. Informasi tersebut diterbitkan secara berkala untuk membantu menjaga keselamatan penerbangan.
"Tentang keselamatan penerbangan, sejak erupsi awal pada 4 September 2026, BMKG telah menerbitkan sekitar 50 SIGMET (Significant Meteorological Information) secara berkala untuk mendukung keselamatan penerbangan," ujarnya.
Berdasarkan citra satelit pada 6 September 2026 pukul 08.00 WIB, abu vulkanik pada ketinggian hingga 2.000 kaki bergerak ke arah timur dan mencakup sebagian wilayah Banten, DKI Jakarta, serta Jawa Barat.
Sementara itu, abu vulkanik pada ketinggian hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat, mencakup wilayah Lampung, Bengkulu, Selat Sunda, hingga Samudra Hindia.
Fathani menegaskan, keputusan menutup sementara bandara dilakukan melalui koordinasi antara otoritas penerbangan, AirNav Indonesia, BMKG, dan pengelola bandara.
"Jadi ini adalah hasil dari koordinasi pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk penyelenggaraan di bandar udara," kata Fathani.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Dian Ihsan