Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Heboh Ucapan Gibran 'Bukan Saya yang Masak' di Tengah Keracunan MBG, Loyalis Jokowi Buka Suara!

Heboh Ucapan Gibran 'Bukan Saya yang Masak' di Tengah Keracunan MBG, Loyalis Jokowi Buka Suara! Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi sorotan publik. Di tengah banyaknya laporan korban dari berbagai daerah, beredar pula sebuah narasi yang mengatasnamakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan kalimat, “saya gak tahu karena bukan saya yang masak”.

Namun, loyalis Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Dede Budhyarto, justru mempertanyakan kebenaran kutipan tersebut. Ia menyebut pernyataan yang dikaitkan dengan Gibran itu merupakan meme atau kutipan hoaks yang telah beredar sejak April 2026.

“Narasi ‘Gibran bilang ‘saya gak tau karena bukan saya yang masak’’ soal keracunan MBG adalah meme/quote HOAKS yg serentak beredar sejak April 2026,” tulis Dede di akun X, dikutip Minggu (6/9/2026).

Baca Juga: Anies: Berapa Korban yang Harus Keracunan MBG sampai Kita Mau Tarik Rem Darurat?

Dede juga menyertakan sejumlah akun di media sosial X yang menurutnya ikut menyebarkan meme atau narasi serupa. Ia menyoroti bagaimana kalimat tersebut beredar di sejumlah platform dan kemudian dikaitkan dengan respons Gibran ketika ditanya mengenai kasus keracunan MBG.

Ia pun mengingatkan publik agar tidak langsung mempercayai setiap narasi yang beredar di media sosial. Terlebih, informasi yang dikemas dalam bentuk meme atau potongan pernyataan dinilai dapat dengan mudah menyebar tanpa konteks yang jelas.

Sorotan terhadap narasi tersebut muncul ketika persoalan keamanan pangan MBG memang sedang mendapat perhatian besar. Secara keseluruhan, ribuan orang diduga keracunan setelah menyantap menu MBG sejak Selasa (1/9) hingga Kamis (3/9). 

Baca Juga: Bos BGN Soal Anggaran MBG 2027 Masih Ambil Pos Pendidikan: Tanyakan ke Purbaya

Kasus terbaru terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur, dengan korban terdampak telah mencapai 730 orang. Para korban merupakan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Tak hanya Sidoarjo, laporan dugaan keracunan juga muncul di sejumlah wilayah lain. Di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, sebanyak 276 orang diduga keracunan MBG. Mereka terdiri dari para murid jenjang SD, SMP, SMA, hingga guru.

Kemudian di Bener Meriah, Aceh, sebanyak 16 orang terdiri dari 15 siswa SD dan seorang kepala sekolah dilarikan ke Puskesmas Lampahan, lantaran diduga keracunan MBG. 

Kasus lainnya terjadi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sebanyak 777 murid dan guru SMA Negeri 1 Lasem diduga keracunan usai menyantap MBG. Mereka dilaporkan mulai mengalami gejala mual, muntah nyeri perut dan diare sejak Rabu (2/9) malam hingga Kamis (3/9) pagi.

Sementara itu, di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sebanyak 152 orang dari dua Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) mengalami gejala keracunan pada Kamis (3/9). 

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri