Kredit Foto: Ist
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memberikan sinyal akan membagikan dividen jumbo kepada pemegang saham setelah berakhirnya tahun buku 2026.
Hingga semester I-2026, Telkom telah membukukan laba bersih sebesar Rp10,6 triliun. Pada periode yang sama, pendapatan perseroan mencapai Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibandingkan semester I-2025.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra mengatakan, perseroan pada prinsipnya akan terus berupaya memberikan nilai terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham.
Meski demikian, keputusan mengenai pembagian dividen tetap akan ditetapkan setelah tahun buku 2026 berakhir melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Arthur menyebut, berdasarkan asumsi saat ini, rasio pembagian dividen atau dividend payout ratio (DPR) Telkom berada di kisaran 60%-90% dari laba bersih.
"Per assumption dari total dividen yang akan dibagikan berdasarkan dividend payout ratio (DPR) sebesar 60-90% dari laba bersih," ujar Arthur dalam sesi public expose virtual, Senin (7/9/2026).
Selain menentukan besaran dividen, Telkom juga akan mempertimbangkan keseimbangan antara pertumbuhan dividen per saham dan kebutuhan ekspansi serta investasi perusahaan. Keputusan tersebut akan turut mempertimbangkan kinerja perseroan, kondisi pasar, dan aspirasi pemegang saham.
Baca Juga: Ambil Alih Saham Digiverse, Telkom Bidik Kontribusi Bisnis Enterprise Melonjak
Baca Juga: Usai Perampingan, Telkom Fokus Suntik Modal ke Bisnis IT
Baca Juga: TelkomProperty Optimalisasi 3.010 Aset, Salah Satunya Dibidik BGN untuk Kantor
Sejalan dengan itu, EBITDA meningkat 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun, sementara laba bersih normalisasi naik 6,2% YoY menjadi Rp11,3 triliun, didorong pemulihan bisnis seluler melalui Telkomsel.
Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp10,6 triliun, meningkat 1,4% YoY, dengan margin laba bersih mencapai 14%. Adapun arus kas operasional tumbuh 7% YoY menjadi Rp34,9 triliun, didukung efisiensi biaya dan pengelolaan operasional.
Kontributor terbesar pendapatan Telkom masih berasal dari segmen Business to Consumer (B2C) melalui Telkomsel.
Sepanjang semester I 2026, Telkomsel membukukan pendapatan Rp55,6 triliun, naik 3,3% YoY, ditopang pertumbuhan pendapatan Digital Business Data sebesar 11%.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: