Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

TOWR Punya 36.892 Menara, Incar Peluang dari Internet Rakyat

TOWR Punya 36.892 Menara, Incar Peluang dari Internet Rakyat Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melihat ekspansi layanan internet berbasis Fixed Wireless Access (FWA) 5G sebagai salah satu peluang untuk mendorong permintaan terhadap infrastruktur telekomunikasi.

Program Internet Rakyat (IRA) yang menggunakan spektrum 1,4 GHz dengan tarif terjangkau dinilai dapat memperluas akses internet sekaligus membuka kebutuhan baru terhadap jaringan pendukung. TOWR berpotensi mengambil manfaat dari kondisi tersebut melalui bisnis menara dan jaringan fiber optik yang dimilikinya.

Direktur TOWR Indra Gunawan mengatakan, penggunaan teknologi FWA tetap membutuhkan jaringan fiber optik sebagai bagian dari infrastruktur transmisi.

“Fixed Wireless Access yang diberikan pemerintah, baik kepada Surge (WIFI) maupun para merek lainnya, itu mengharuskan mereka menggunakan fiber optik sebagai backbone-nya, sebagai transmisinya,” ujar Indra dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Menurut dia, posisi TOWR menjadi salah satu keunggulan karena perseroan mengoperasikan dua jenis infrastruktur tersebut, yakni menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik.

Indra berharap implementasi FWA dapat mempercepat penetrasi internet di berbagai wilayah Indonesia. Bertambahnya jangkauan layanan internet dinilai beriringan dengan potensi peningkatan kebutuhan terhadap infrastruktur telekomunikasi.

“Semoga mereka juga bisa melakukan penetrasi yang positif. Sehingga akan memberikan benefit kepada kita semua, baik kepada TOWR maupun masyarakat. Jadi, kita melihat masih banyak room to growth konteksnya industri ini,” kata dia.

Internet Rakyat

Program Internet Rakyat sebelumnya dikembangkan pemerintah untuk menghadirkan layanan internet berkecepatan tinggi dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Layanan tersebut dijalankan PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Bagi TOWR, perkembangan FWA berpotensi memberikan tambahan permintaan terhadap jaringan fiber optik. Selain itu, perseroan juga melihat peluang dari penggunaan spektrum baru oleh operator telekomunikasi.

Perkembangan teknologi FWA serta pemanfaatan spektrum baru tersebut berpotensi mendorong kebutuhan terhadap menara dan jaringan kabel optik. Kedua infrastruktur tersebut menjadi bagian utama dari bisnis TOWR.

Baca Juga: TOWR Kantongi Kontrak Rp100,1 Triliun hingga 2045, Bisnis Menara Jadi Penopang Utama

Baca Juga: TOWR Bidik FWA dan Spektrum Baru, Bisnis Menara hingga Fiber Siap Digenjot

Hingga saat ini, TOWR mengoperasikan sekitar 36.892 menara telekomunikasi dengan jaringan fiber optik yang membentang sekitar 182.559 kilometer.

Perseroan juga memiliki infrastruktur pendukung berupa very small aperture terminal (VSAT) dan kabel bawah laut. Sementara itu, jumlah tenant pada menara TOWR mencapai 61.038 dengan tenancy ratio sebesar 1,65 kali.

Di bisnis fiber, TOWR menyediakan layanan Fiber-to-the-Tower (FTTT) dan Fiber-to-the-Home (FTTH). Layanan tersebut telah menjangkau sekitar 1,86 juta homepass.

Selain itu, perseroan memiliki solusi konektivitas dengan sekitar 28.153 aktivasi yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Kinerja Semester I-2026

Dari sisi kinerja keuangan, TOWR mencatat pendapatan operasional konsolidasi sebesar Rp7,2 triliun pada semester I 2026. Pendapatan tersebut tumbuh 12,7% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

EBITDA tercatat sebesar Rp5,58 triliun, meningkat 4,8% yoy. Sementara itu, laba bersih setelah memperhitungkan kepentingan minoritas mencapai Rp1,86 triliun atau naik 12,4% yoy.

Selain pertumbuhan kinerja, TOWR memiliki pendapatan kontraktual jangka panjang dengan nilai lebih dari Rp100 triliun hingga 2045. Nilai tersebut setara sekitar sembilan kali pendapatan perseroan sepanjang 2025.

Di tengah pengembangan bisnis, perseroan tetap menjaga fleksibilitas keuangan. TOWR mempertahankan rasio utang bersih terhadap EBITDA di bawah empat kali. Adapun biaya bunga perseroan berada di kisaran 5,55% sepanjang 2026. 

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan