Kredit Foto: Twitter/Said Didu
Klarifikasi resmi Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait dugaan ijazah palsu S1 Fakultas Kehutanan milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melalui kanal YouTube kampus pada 22 Agustus 2025 kembali ramai diperbincangkan.
Sorotan publik kali ini mengarah pada permasalahan dosen pembimbing skripsi Jokowi yang sempat disebut-sebut sebagai Ir. Kasmudjo.
Baca Juga: Ijazah Diduga Palsu, Dokumen Jokowi Dibongkar UGM: Kertasnya Sudah Pudar
Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, menegaskan bahwa Kasmudjo bukanlah dosen pembimbing skripsi, melainkan pembimbing akademik (PA) Jokowi.
"Jadi pembimbing akademik itu adalah Bapak Ir. Kasmudjo. Waktu itu masih Ir. Kasmudjo. Selanjutnya bersekolah lagi jadi Ir. Kasmudjo, M.S. sekarang sampai pensiun begitu," ujar Sigit.
Ia menambahkan, Kasmudjo mendampingi Jokowi mulai semester kelima hingga lulus, dengan status dosen wali. Sedangkan dosen pembimbing skripsi Jokowi adalah Dr. Ir. Ahmad Sumitro, yang kemudian meraih gelar profesor menjelang Jokowi lulus.
Menanggapi hal tersebut, pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai Jokowi telah berbohong.
"Artinya Jokowi jelas-jelas pembohong," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (8/9).
Pernyataan Said Didu ini disinyalir merujuk pada sambutan Jokowi saat acara reuni Fakultas Kehutanan UGM, Senin (19/12/2017). Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta Kasmudjo maju ke panggung dan memperkenalkannya sebagai dosen pembimbing skripsi di Jurusan Teknologi Kayu.
Jokowi bahkan menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas bimbingan Kasmudjo. Ia mengenang masa lalu bahwa Kasmudjo dikenal galak saat membimbing mahasiswa, namun kini berubah menjadi sosok bijak setelah pensiun.
"Beliau waktu membimbing, seingat saya galak sekali. Begitu maju, dibentak balik. Maju, dibentak lagi. Tapi sekarang saya melihat beliau sudah bijak sekali," tuturnya sembari tersenyum dan disambut tawa para hadirin yang datang di acara reuni.
Baca Juga: IPK Jokowi Jadi Sorotan, UGM: Kalau Kurang 2,5 Dikatakan Tidak Lulus
"Sekali lagi Pak Kasmudjo saya menghaturkan banyak terima kasih. Berkat bimbingan Bapak, di Jurusan Teknologi Kayu saya bisa menyelesaikan skripsi," ucapnya.
Sebagai catatan, pihak Istana dan UGM meluruskan bahwa ketidaksesuaian tersebut murni kekeliruan penyebutan istilah atau salah mengingat detail teknis puluhan tahun lalu, antara “Dosen Pembimbing Akademik” dan “Dosen Pembimbing Skripsi”.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: