Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Sukses Kaburkan Perkara Ijazah Berkat Roy Suryo: Kita Jadi Lari dan Bias dari Pembuktian...

Jokowi Sukses Kaburkan Perkara Ijazah Berkat Roy Suryo: Kita Jadi Lari dan Bias dari Pembuktian... Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politikus Senior Ferdinand Hutahaean buka suara soal polemik ijazah dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, perkara itu telah mengalami pergeseran fokus setelah adanya perkara hukum terhadap Roy Suryo.

Menurut Ferdinand, laporan yang berkaitan dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap mantan presiden itu justru membuat perhatian publik terseret ke persoalan pidana. Akibatnya, pertanyaan awal mengenai keaslian ijazah Jokowi dinilai semakin kehilangan ruang untuk dibahas secara terbuka.

Baca Juga: Jokowi Punya Banyak Rencana Demi Gibran: Dia Bisa Hitung Anies hingga Lewat PSI

“Perkara Roy Suryo dan kawan-kawan mencemarkan, memfitnah dirinya ini sudah tidak lagi memenuhi kaidah keadilan publik,” ujar Ferdinand, dikutip Selasa (8/9/2026).

Ia kemudian menilai langkah hukum tersebut telah membuat perkara bergerak ke arah yang berbeda dari kebutuhan publik.

“Ini sudah cenderung memaksakan keinginan dia untuk mengkriminalisasi orang demi kepentingan pribadinya,” ungkapnya.

Ketika Roy Suryo dan pihak lain diproses dalam perkara pidana, masyarakat akhirnya lebih banyak membicarakan apakah mereka melakukan pencemaran nama baik atau fitnah. Padahal, menurut dia, pertanyaan yang sejak awal muncul adalah mengenai dokumen pendidikan dari Jokowi.

“Kita jadi lari, jadi bias, dari kebutuhan membuktikan ijazah dia asli atau palsu. Ini pengaburan substansi, ini sudah tidak benar, ini sudah kacau,” tegasnya.

Ferdinand pun meminta agar manan presiden itu tidak hanya berkonsentrasi menghadapi tuduhan atau laporan yang diarahkan kepadanya. Menurut dia, jika persoalan ijazah ingin benar-benar diselesaikan, pembuktian mengenai keasliannya harus menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Ferdinand menilai masyarakat membutuhkan kepastian atas dokumen yang selama ini menjadi sumber polemik. Karena itu, ia mendorong agar energi yang selama ini terserap dalam proses hukum terhadap pihak yang mempertanyakan ijazah juga diarahkan kepada pembuktian dokumen tersebut.

“Jadi seharusnya kita itu fokus dan dia fokus kepada persoalan membuktikan ijazahnya itu asli atau palsu,” tegasnya.

Menurut Ferdinand, persoalan tersebut tidak akan selesai hanya dengan memperdebatkan apakah Jokowi merasa difitnah atau tidak. Sebab, bagi publik yang mempertanyakan dokumen tersebut, ada pertanyaan yang dianggap lebih mendasar.

“Karena itulah kebutuhan publik, kebutuhan publik bukan soal apakah dia difitnah atau tidak,” tuturnya.

Sebelumnya, Jokowi sendiri menyatakan siap menunjukkan seluruh dokumen pendidikan yang dimilikinya apabila diperlukan dalam persidangan pokok perkara.

Jokowi menantang pihak-pihak yang meragukan keaslian ijazahnya untuk membawa seluruh bukti yang mereka miliki ke persidangan pokok perkara apabila benar-benar yakin ijazahnya palsu.

"Ya, kalau yakin 100 persen palsu, mestinya masuk ke pokok perkara di persidangan itu diikuti. Tidak malah praperadilan. Biar perkara ini segera selesai. Masalah ini bisa segera selesai," ujar Jokowi.

Jokowi juga memastikan dirinya siap hadir apabila kembali diperlukan dalam persidangan. Ia bahkan mengatakan akan membawa dokumen pendidikan mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Baca Juga: Bukan Pramono atau Megawati, Lawan Terberat Prabowo Adalah Gibran bin Jokowi

"Hadir, saya sudah sampaikan, saya akan hadir membawa ijazah SD, SMP, SMA, dan yang S1 yang sekarang di Kejaksaan, semuanya akan kita tunjukkan," tegas Jokowi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar