Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kembali menjadi sorotan setelah nama anggota DPR RI masuk dalam desil 4. Posisi tersebut memicu pertanyaan publik karena desil digunakan sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran program bantuan sosial (bansos).
Namun, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa anggota DPR Fraksi Nasdem Eva Stevany Rataba yang tercatat masuk desil 4 tersebut belum pernah menerima bansos.
"Yang anggota DPR di desil 4 ya, iya benar memang dia ada di desil 4, tetapi dia belum pernah menerima bansos," kata Gus Ipul saat konferensi pers di kantornya, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Reaksi Purbaya Anaknya Masuk Desil 7, Tukang Becak Desil 10: Kita Gak akan...
Gus Ipul mengatakan Kementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS) kemudian menelusuri informasi mengenai data Eva tersebut. Hasil pemutakhiran menunjukkan posisi Eva kini sudah tidak lagi berada di desil 4.
"Informasi ini kami telusuri, dimutakhirkan sekarang dia sudah tidak di desil 4 lagi. Setiap informasi kami jadikan sebagai bagian dari pemuktakhiran data," ujarnya.
Menurut Gus Ipul, proses pendataan masih terus dilakukan. Ia menjelaskan bahwa penyaluran bansos bagi masyarakat tidak mampu dilakukan berdasarkan data yang tersedia dan terus diperbaiki.
" Sekarang terus kami perbaiki, kami harapkan nanti pada triwulan berikutnya bisa mendapatkan kesempatan memperoleh bansos," ucap Gus Ipul.
Baca Juga: Desil Masih Semrawut, Purbaya Heran BPS Minta Duit Lagi: Dulu Janjinya...
Ia menilai polemik mengenai anggota DPR yang tercatat berada di desil 4 tersebut merupakan bagian dari proses konsolidasi data. Pemerintah bersama BPS masih melakukan pemutakhiran agar data yang digunakan untuk menentukan sasaran bantuan semakin sesuai dengan kondisi masyarakat.
Sebelumnya, nama Eva Stevany Rataba menjadi sorotan setelah disebut masuk desil 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang disusun Kementerian Sosial bersama BPS. Nama Eva juga disebut-sebut terdaftar sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Namun, Eva telah menyampaikan bantahan. Ia mengatakan dirinya tidak pernah menerima bansos PKH dan juga tidak pernah mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan tersebut.
Untuk mendapatkan kejelasan mengenai informasi tersebut, Eva bahkan mengaku telah mendatangi langsung Kantor Dinas Sosial Kabupaten Toraja Utara. Ia meminta penjelasan terkait munculnya namanya dalam data yang dikaitkan dengan penerima bansos tersebut.
Kini, pemerintah kembali menegaskan bahwa proses pemutakhiran DTSEN masih berjalan. Gus Ipul menyebut setiap temuan maupun informasi mengenai ketidaksesuaian data akan ditelusuri dan dapat menjadi bagian dari proses perbaikan data secara berkala.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri