Kritik Buku 'Islam Ala Prabowo', Habib Rizieq Sentil Ulama: Hey Jangan Terlalu Menjilat Penguasa!
Kredit Foto: Twitter/Habib Rizieq
Penerbitan buku berjudul 'Islam Ala Prabowo' terus memantik polemik. Kali ini, reaksi keras datang dari Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS).
Dalam pandangannya, Habib Rizieq menegaskan bahwa umat Islam semestinya hanya menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai satu-satunya rujukan mutlak dalam beragama (uswatun hasanah), bukan merujuk pada figur politisi atau tokoh tertentu yang tak luput dari kesalahan dan dosa.
"Kita amalkan ber-Islam ala Nabi, jangan ber-Islam ala si fulan atau si anu. Bisa bener, bisa salah, jangan-jangan banyak salah, banyak dosa. Makanya ber-Islam ala Rasulullah," tegas Habib Rizieq dalam ceramahnya baru-baru ini, dikutip Rabu (9/9/2026).
Lebih lanjut, HRS melontarkan peringatan tajam yang ditujukan kepada para tokoh dan pemuka agama.
Ia mewanti-wanti agar alim ulama tidak bersikap berlebihan dalam memuji pemerintah atau pihak yang sedang berkuasa demi kepentingan tertentu.
Ia secara khusus menyoroti pihak-pihak yang kerap mengultuskan atau membandingkan figur pemimpin politik masa kini dengan keagungan para sahabat Rasulullah atau Khulafaur Rasyidin.
"Saya minta para tokoh agama jangan terlalu menjilat-jilat penguasa. Pujilah sekadarnya, jangan terlalu selangit. Penguasa jangan disamain sama Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Ali, Usman. Itu ngaco, nggak ada setitik penguasa sekarang kayak mereka. Pemimpin kita kaya Nabi Muhammad? Kepala lu bau menyan!" kritik HRS dengan nada tinggi.
Sebagai informasi, kemunculan buku Islam Ala Prabowo belakangan ini menyita perhatian publik. Buku dengan ketebalan lebih dari 330 halaman tersebut berisi kompilasi tulisan dari sejumlah nama yang secara khusus membahas sisi kedekatan Prabowo Subianto dengan dunia Islam.
Namun, alih-alih mendapat sambutan positif, buku ini justru menuai gelombang kritik. Pemilihan judul dan substansi di dalamnya dinilai rawan memunculkan tafsir bias mengenai adanya konsep beragama baru yang disandarkan pada sosok Prabowo.
Perdebatan yang kadung memanas ini pun turut menyeret nama-nama tokoh yang tercatat sebagai penyumbang materi dalam buku tersebut.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat