Buntut Kasus Keracunan, Emak-Emak Jogja Turun ke Jalan Tuntut Dana MBG Dialihkan untuk Bencana
Kredit Foto: Ist
Ratusan ibu-ibu yang tergabung dalam aliansi masyarakat sipil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi turun ke jalan pada Selasa (8/9/2026) sore.
Sembari membawa spanduk protes, massa melakukan aksi berjalan kaki dari kawasan Tugu Golong Gilig menuju Bundaran UGM dengan membunyikan panci dan sutil sepanjang perjalanan.
Aksi teatrikal "pukul panci" ini merupakan bentuk protes keras kaum ibu terhadap karut-marutnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan memicu rentetan kasus keracunan massal di berbagai daerah.
Aktivis Suara Ibu Indonesia DIY, Kalis Mardiasih, yang turut hadir di lokasi aksi membeberkan bahwa kaum ibu membawa tiga tuntutan utama yang dialamatkan langsung kepada pemerintah pusat.
"Program MBG telah terbukti menimbulkan korban keracunan massal dalam jumlah yang terus bertambah setiap tahunnya. Kami mendesak pemerintah menghentikan program MBG dan mengevaluasi total tata kelolanya," tegas Kalis di sela-sela aksi.
Tiga Tuntutan Utama Aksi Emak-Emak Jogja
Alih-alih memaksakan program yang mengancam keselamatan anak-anak dan belum ada pertanggungjawaban hukum yang jelas, massa mendesak negara memprioritaskan sektor yang lebih krusial.
Berikut adalah tiga poin tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut:
Alihkan Anggaran untuk Bencana & Pendidikan: Massa menuntut dana triliunan dari program MBG dialihkan untuk mitigasi dan penanganan bencana yang sedang mengepung Indonesia, mulai dari gempa Flores, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan, hingga ancaman erupsi gunung api. Sektor pendidikan dan kesehatan juga dinilai lebih mendesak untuk didanai.
Hentikan Intimidasi terhadap Warga Kritis: Massa mendesak aparat dan pemerintah menghentikan segala bentuk kekerasan, tindakan represif, maupun pembungkaman terhadap masyarakat sipil yang menyuarakan kritik, khususnya para korban dan pelapor kasus keracunan MBG.
Tolak Politik Adu Domba: Kaum ibu menuntut penghentian upaya membenturkan warga dalam konflik horizontal. Mereka menolak keras segala bentuk politik adu domba yang sengaja diciptakan demi memecah solidaritas warga dan mengaburkan perhatian publik dari akar masalah kegagalan kebijakan pemerintah.
Aksi damai yang diwarnai riuhnya ketukan alat-alat dapur ini berlangsung kondusif dan mendapat perhatian besar dari para pengguna jalan maupun mahasiswa di sekitar kawasan UGM.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat