Jika Jokowi jadi Ketum, Elektabilitas PSI Disebut Bakal Langsung Capai 17 Persen
Kredit Foto: Istimewa
Wacana mantan Presiden Joko Widodo bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) disebut memiliki potensi memengaruhi elektabilitas partai tersebut. Salah satu skenario yang menjadi sorotan adalah jika Jokowi tidak hanya menempati posisi dewan pembina, tetapi menjadi Ketua Umum PSI.
Potensi tersebut diungkap dalam diskusi Akbar Faizal Uncensored pada 3 September 2026. Akbar Faizal menyebut dirinya memperoleh informasi mengenai hasil survei sejumlah lembaga yang belum dipublikasikan.
Menurut Akbar, posisi yang nantinya ditempati Jokowi di PSI akan memengaruhi besarnya potensi elektoral partai.
Ia menyebut, apabila Jokowi hanya menjadi ketua dewan pembina, potensi elektabilitas PSI berada pada angka yang lebih rendah. Namun, angkanya disebut meningkat apabila Jokowi mengambil posisi ketua umum.
"Kalau ketua umum itu akan meledak... antara 13 sampai 16. Sebuah survei itu bisa sampai 17 sampai 20," kata Akbar dalam diskusi tersebut.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dalam kesempatan yang sama turut memaparkan hasil survei lembaganya.
Survei tersebut dilakukan pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026. Dalam survei itu, elektabilitas PSI disebut masih berada di kisaran 3 persen.
Namun, Adi mengatakan terdapat potensi pertumbuhan dukungan PSI yang berkaitan dengan aktivitas politik Jokowi belakangan ini.
Ia menjelaskan, survei Parameter Politik Indonesia juga mengukur pengetahuan masyarakat mengenai safari politik Jokowi ke sejumlah daerah, termasuk Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hasilnya, sekitar 39-40 persen responden disebut mengetahui bahwa kegiatan Jokowi tersebut berkaitan dengan upaya membesarkan PSI. Sementara sekitar 60 persen lainnya belum mengetahui hal tersebut.
Adi kemudian memaparkan temuan lain dari kelompok masyarakat yang mengetahui kaitan safari Jokowi dengan PSI.
Dari sekitar 40 persen masyarakat yang mengetahui hal tersebut, disebut terdapat potensi sebesar 13 persen untuk bergabung atau memberikan dukungan kepada PSI.
"Potensi 13 persen bergabung dengan PSI," ujar Adi.
Menurut dia, angka tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat menjelaskan keyakinan Jokowi dalam sejumlah kesempatan bahwa PSI tidak sekadar akan lolos dalam pemilu, tetapi juga berpeluang meraih kemenangan besar.
Pernyataan mengenai potensi kenaikan elektabilitas PSI tersebut muncul di tengah wacana mengenai posisi Jokowi di dalam partai. Skenario Jokowi sebagai ketua umum disebut memiliki dampak elektoral yang berbeda dibandingkan jika mantan presiden tersebut hanya menempati posisi dewan pembina.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: