Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Soroti Demokrat Saat Tak Berkuasa: Tak Bikin Gaduh, Tetap Terima Demokrasi

Prabowo Soroti Demokrat Saat Tak Berkuasa: Tak Bikin Gaduh, Tetap Terima Demokrasi Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menilai Partai Demokrat menunjukkan sikap yang bijaksana dalam menjalankan demokrasi. Menurut Prabowo, Demokrat pernah berada di pemerintahan maupun di luar kekuasaan, tetapi tetap mampu menjaga sikap politik tanpa membuat kegaduhan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Demokrat terhadap dirinya dalam perjalanan politik hingga Pilpres 2024.

Prabowo kemudian menyoroti pengalaman Demokrat yang tidak selalu berada di posisi puncak kekuasaan. Ia menilai partai yang pernah dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono tersebut tetap menerima dinamika politik ketika tidak berada di pemerintahan.

"Saya ingin sampaikan, ya kan, Pak SBY, partainya tadi dikatakan Mas AHY, Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang. Pernah di puncak, pernah di pemerintahan, tidak, tapi waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar," ucapnya.

Menurut Prabowo, sikap tersebut merupakan bagian penting dalam menjalankan demokrasi. Kekalahan dalam kontestasi politik maupun kehilangan posisi di pemerintahan tidak harus selalu diikuti dengan pertentangan atau kegaduhan.

Prabowo juga mengaitkan hal tersebut dengan pengalaman politiknya sendiri. Ia mengaku pernah empat kali tidak memenangkan kontestasi politik, tetapi memilih menerima hasil tersebut dan kembali melanjutkan perjuangan.

"Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima. Ya sudah, kita maju lagi. Ini demokrasi Indonesia. Dan hari ini, di panggung ini, ya inilah demokrasi Indonesia," tuturnya.

Bagi Prabowo, pengalaman kalah merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus diterima oleh setiap pihak. Kontestasi politik tidak selalu berakhir dengan kemenangan sehingga sikap setelah menerima hasil menjadi bagian penting dalam menjaga demokrasi.

Prabowo juga mengingat kembali dukungan Partai Demokrat terhadap dirinya dalam Pilpres 2019 dan 2024. Ia menyebut SBY bahkan ikut turun ke lapangan untuk berkampanye bersama dalam perjuangan politik tersebut.

"Jadi saya berterima kasih atas dukungan Partai Demokrat, 2019, 2024, sampai Presiden SBY pun turun ke lapangan, turun bersama-sama berkampanye. Karena kita memang punya cita-cita dan prinsip yang sama," kata Prabowo.

Pujian Prabowo kepada Demokrat tidak hanya berkaitan dengan dukungan politik yang diberikan kepadanya. Ia juga menempatkan pengalaman Demokrat sebagai gambaran bahwa sebuah partai dapat menerima perubahan posisi politik tanpa harus meninggalkan prinsip demokrasi.

Baca Juga: Eks Pimpinan KPK Sindir Rocky Gerung: Terlalu Bela Prabowo Jadi 'Dungu'

Dalam pidato tersebut, Prabowo juga menyinggung pentingnya memahami bahwa kekuasaan bukan sesuatu yang selalu berada di tangan satu pihak. Pergantian posisi antara berada di pemerintahan dan berada di luar pemerintahan merupakan bagian dari dinamika yang melekat dalam sistem demokrasi.

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian yang disoroti Prabowo ketika memberikan apresiasi kepada Demokrat dalam perayaan usia seperempat abad partai. Ia menilai pengalaman melewati masa menang dan kalah dapat menjadi modal untuk memahami demokrasi secara lebih matang.

Prabowo menggambarkan demokrasi sebagai proses yang memungkinkan setiap pihak kembali berkompetisi setelah mengalami kekalahan. Pengalaman dirinya dan Demokrat, menurutnya, menunjukkan bahwa menerima hasil politik dan melanjutkan perjuangan merupakan bagian dari perjalanan demokrasi Indonesia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama