Ditanya Kelanjutan Paket Prabowo-Gibran, Partai Demokrat: Koalisi Kami dengan Pak Prabowo
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menegaskan agar pihak yang menyebut pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jangan ditafsirkan sebagai sikap siap bertarung dengan Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2029.
"Intinya jangan baper," kata Andi dalam siniar Madilog.
Ia menambahkan bahwa sikap resmi dari DPP Partai Demokrat adalah mengawal hingga tuntas pemerintahan Presiden Prabowo.
"Kami mengawal Pak Prabowo sampai selesai, siklusnya begitu, koalisi kami dengan Presiden Prabowo," pungkasnya.
Menyambut jawaban itu, moderator Indra J Piliang lantas bertanya tidak dengan Prabowo-Gibran.
"Kami bersama Pak Prabowo," jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) baru-baru ini melontarkan pesan sarat makna mengenai batas kekuasaan.
AHY mengingatkan pentingnya menjaga ruang demokrasi, termasuk menghormati tradisi pergantian kekuasaan secara damai setelah batas maksimal dua periode kepemimpinan berlalu.
"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu. Kekuasaan datang dan pergi, jabatan ada waktunya," pesan AHY.
Pernyataan dari tokoh yang juga berada di dalam lingkaran koalisi ini langsung memantik reaksi. Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menilai ucapan AHY tersebut bukan sekadar motivasi kosong, melainkan sinyal pemanasan mesin politik.
"AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender (pesaing) dalam Pilpres mendatang," respons Doli membaca pergerakan sekutunya tersebut.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat