Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba Meroket 805%, PT Timah Revisi RKAP 2026

Laba Meroket 805%, PT Timah Revisi RKAP 2026 Kredit Foto: Facebook/PT Timah Tbk
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Timah Tbk (TINS) memutuskan untuk merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 menyusul kinerja semester I-2026 yang berhasil melampaui sejumlah target yang telah ditetapkan.

Direktur Keuangan Timah Fina Eliani mengatakan, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp10,4 triliun pada semester I-2026. Realisasi tersebut melonjak 147% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan telah mencapai sekitar 67% dari target pendapatan dalam RKAP 2026 sebesar Rp15,35 triliun.

Kinerja positif juga tercermin dari EBITDA yang mencapai Rp3,9 triliun, tumbuh 363% secara tahunan. Capaian tersebut bahkan telah melampaui target EBITDA sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2,9 triliun.

Sementara itu, laba bersih Timah mencapai Rp2,7 triliun, atau melonjak 805% dibandingkan semester I-2025. Realisasi tersebut juga telah melampaui target laba bersih dalam RKAP 2026 sebesar Rp1,6 triliun.

"Saat ini PT Timah sedang menyusun RKAP perubahan dikarenakan memang dari sisi variable dan pencapaian kinerja sudah jauh lebih tinggi dibandingkan yang telah disetujui oleh pemegang saham sebelumnya," ujar Fina dalam sesi Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Aset dan Arus Kas Menguat

Dari sisi neraca, total aset Timah pada akhir semester I-2026 mencapai Rp16,4 triliun, meningkat 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan kas dan setara kas yang meningkat dari Rp1,7 triliun menjadi Rp4 triliun.

Liabilitas perseroan juga meningkat 13% menjadi Rp5,9 triliun. Kenaikan tersebut terutama berasal dari pencatatan kewajiban pembayaran dividen berdasarkan hasil RUPS 12 Juni 2026. Kewajiban tersebut telah dibayarkan pada Juli 2026.

Baca Juga: Jasa Marga Target Tol Jogja-Bawen Seksi 6 Beroperasi Akhir 2026

Baca Juga: Adhi Karya Kejar Restrukturisasi Utang Selesai pada Semester II

Baca Juga: Tunggu Pemegang Saham, Merger Adhi Karya dan PT PP Target Rampung Akhir 2026

Sejalan dengan kenaikan aset dan liabilitas, ekuitas Timah juga meningkat menjadi Rp10,5 triliun dibandingkan posisi akhir 2025.

Dari sisi arus kas, perseroan membukukan arus kas operasi positif sebesar Rp3,3 triliun, melonjak 608% secara tahunan.

"Kenaikan cash flow dari aktivitas operasi ini juga diikuti oleh penurunan interest bearing debt turun Rp500 miliar menjadi Rp1,78 triliun jika dibandingkan dengan akhir tahun 2025," jelas Fina.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan