Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ratusan Santri Keracunan Usai Makan MBG, Ketum PBNU Gus Kikin Buka Suara

Ratusan Santri Keracunan Usai Makan MBG, Ketum PBNU Gus Kikin Buka Suara Kredit Foto: Instagram/gus.kikin
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri dan santriwati di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

Gus Kikin menyoroti pentingnya integritas dan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan keamanan pangan menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

"Ya, itu integritas lah. Kalau semuanya bertanggung jawab terhadap kegiatan-kegiatannya, ya mudah-mudahan enggak terjadi,” ujar Gus Kikin, Kamis (10/9/2026).

Menurut Gus Kikin, program MBG menyangkut kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan santri yang menjadi penerima manfaat. Karena itu, setiap pihak yang terlibat harus menjalankan tanggung jawabnya secara serius.

Meski menyoroti persoalan integritas, Gus Kikin enggan berspekulasi mengenai penyebab ratusan santri di Sidoarjo mengalami dugaan keracunan setelah menyantap menu MBG.

Ia menilai penyebab kejadian tersebut merupakan persoalan teknis yang harus diketahui melalui pemeriksaan dan investigasi pihak berwenang.

“Wah, itu teknis itu. Kalau teknis ya jangan. Ini saya enggak bisa bicara karena teknis itu macam-macam sebabnya. Jadi nanti dilihat aja ya,” tuturnya.

Gus Kikin menilai penyebab pasti insiden tersebut perlu ditelusuri agar tidak muncul kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan tersedia.

Gus Kikin juga mengingatkan bahwa kasus dugaan keracunan di Sidoarjo bukan satu-satunya kejadian yang menjadi sorotan dalam pelaksanaan program MBG.

Karena itu, ia mendorong adanya evaluasi terhadap pelaksanaan program, termasuk memastikan seluruh prosedur penyediaan dan distribusi makanan dijalankan dengan baik.

Evaluasi dinilai penting untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi serta memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi penerima.

Namun, Gus Kikin menegaskan persoalan tersebut tidak boleh membuat kegiatan pesantren berhenti. Menurutnya, aktivitas pendidikan dan kehidupan pesantren harus tetap berjalan dengan tetap memperhatikan keamanan makanan bagi para santri.

"Itu kan satu dari sekian banyak ya [kasus keracunan]. Kita harus jalan terus karena emang pesantren harus jalan,” pungkasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat