Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp577 miliar hingga semester I 2026. Investasi tersebut terutama diarahkan untuk memperkuat kapasitas rumah sakit dan meningkatkan kemampuan layanan medis perseroan.
Corporate Secretary sekaligus Direktur MIKA, Joyce V. Handajani mengatakan, perseroan tetap menjalankan alokasi modal secara disiplin untuk menopang pertumbuhan jangka panjang. Hingga semester I-2026, sekitar 49% capex dialokasikan untuk pengadaan peralatan medis, sedangkan 40% digunakan untuk pembangunan rumah sakit.
"Alokasi modal yang disiplin mendukung penciptaan nilai jangka panjang,” kata Joyce dalam Public Expose Live 2026, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Adapun sekitar 4% capex digunakan untuk cadangan lahan. Sementara itu, 7% lainnya dialokasikan untuk furnitur, kendaraan, infrastruktur teknologi informasi, serta aset lainnya.
Realisasi capex Rp577 miliar tersebut telah mencapai lebih dari separuh anggaran capex MIKA sepanjang 2026 yang sebesar Rp1 triliun. Nilai investasi perseroan juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dari Rp553 miliar pada 2023 menjadi Rp704 miliar pada 2024 dan Rp915 miliar pada 2025.
Joyce mengatakan investasi pembangunan rumah sakit ditujukan untuk memperluas cakupan layanan sekaligus menambah kapasitas perseroan. Saat ini, MIKA tengah mengembangkan dua rumah sakit baru dengan kapasitas awal masing-masing sekitar 50–60 tempat tidur dan potensi pengembangan hingga 200 tempat tidur.
Rumah sakit pertama ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026, sedangkan rumah sakit kedua dijadwalkan beroperasi pada kuartal I-2027.
Secara keseluruhan, pipeline ekspansi tersebut berpotensi menambah sekitar 1.400 tempat tidur, di luar tambahan kapasitas sekitar 857 tempat tidur dari rumah sakit eksisting.
Neraca Kuat Topang Ekspansi
Kemampuan MIKA dalam menjalankan ekspansi turut didukung kondisi keuangan yang solid. Per 30 Juni 2026, perseroan memiliki kas bersih sebesar Rp3,02 triliun dan tidak memiliki utang. MIKA juga mencatat siklus konversi kas negatif selama dua hari.
Dari sisi operasional, kinerja perseroan pada semester I-2026 juga menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan tercatat Rp2,769 triliun, naik 8% secara tahunan. EBITDA mencapai Rp1,064 triliun atau tumbuh 7,4%, sedangkan laba bersih meningkat 6,5% menjadi Rp728 miliar.
Baca Juga: Pendapatan HEAL Naik Jadi Rp3,61 Triliun di Semester I-2026, Ditopang Bisnis Rumah Sakit
Baca Juga: SWAP Bersiap Melantai di BEI, Bawa Bisnis Healthcare Berbasis Riset
Baca Juga: Keluarga Hartono Dikabarkan Investasi US$1,4 Miliar di Luar Negeri, Ini Kata Grup Djarum
Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan nilai layanan, tercermin dari kontribusi pasien private yang mencapai 90% terhadap total pendapatan, naik dari 88% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga terus mencatat pertumbuhan pada kasus dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Selain menambah kapasitas rumah sakit, MIKA memperkuat layanan spesialis melalui pembangunan pusat kedokteran nuklir kedua di Mitra Keluarga Kenjeran, Jawa Timur. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III-2026.
Pusat kedokteran nuklir ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem layanan onkologi terintegrasi MIKA, yang mencakup PET/CT, SPECT/CT, radioterapi, kemoterapi, terapi radionuklir, hingga theranostics.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan