Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mitra Keluarga Perkuat Bisnis Layanan Kompleks, Bangun Pusat Kedokteran Nuklir Kedua

Mitra Keluarga Perkuat Bisnis Layanan Kompleks, Bangun Pusat Kedokteran Nuklir Kedua Kredit Foto: Eka Hospital
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) terus memperkuat layanan kesehatan berkompleksitas tinggi dengan menyiapkan pusat kedokteran nuklir kedua di Mitra Keluarga Kenjeran, Jawa Timur. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026.

Corporate Secretary sekaligus Direktur MIKA, Joyce V. Handajani, mengatakan pengembangan fasilitas ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk membangun ekosistem layanan onkologi yang terintegrasi.

“Mitra Keluarga terus mengembangkan ekosistem layanan onkologi yang terintegrasi, mencakup seluruh rangkaian perawatan kanker, mulai dari deteksi dini dan diagnosis hingga terapi lanjutan serta pemantauan pasca pengobatan,” kata Joyce dalam Public Expose Live 2026, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Pusat kedokteran nuklir tersebut akan diperkuat dengan berbagai teknologi dan layanan penunjang penanganan kanker, mulai dari PET/CT, SPECT/CT, radioterapi, kemoterapi, terapi radionuklir, hingga theranostics.

Pengembangan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya MIKA memperluas kemampuan klinis sekaligus meningkatkan kapasitas layanan untuk menangani kasus dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Strategi tersebut juga sejalan dengan pendekatan hub-and-spoke yang dikembangkan perseroan, dengan kasus-kasus kompleks dikonsentrasikan pada rumah sakit yang berperan sebagai strategic hub.

Penguatan layanan bernilai tambah tersebut tercermin dari peningkatan average revenue per inpatient day (ARPID) dan average revenue per outpatient visit (ARPOP). Pada periode 2024 hingga semester I-2026, ARPID meningkat 13,8%, sedangkan ARPOP tumbuh 13%.

Dari sisi profitabilitas, MIKA mencatat return on invested capital (ROIC) sebesar 25,8% pada semester I-2026, meningkat dari 24,5% pada 2024. Peningkatan tersebut menunjukkan kontribusi layanan bernilai tambah terhadap pertumbuhan dan efisiensi penggunaan modal perseroan.

Baca Juga: MIKA Sudah Serap Rp577 Miliar Capex, 49% untuk Alat Medis

Baca Juga: Pendapatan HEAL Naik Jadi Rp3,61 Triliun di Semester I-2026, Ditopang Bisnis Rumah Sakit

Baca Juga: Vale Optimistis Capai Target Produksi Nikel Minimal 67.645 Ton di 2026

Pertumbuhan Ditopang Pasien Private

Pada semester I 2026, pendapatan MIKA mencapai Rp2,769 triliun, tumbuh 8% secara tahunan. EBITDA tercatat Rp1,064 triliun, naik 7,4%, sedangkan laba bersih mencapai Rp728 miliar atau meningkat 6,5%.

Pertumbuhan tersebut semakin ditopang oleh pasien private. Kontribusi pendapatan dari pasien private meningkat menjadi 90% pada semester I 2026, dari 88% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, kontribusi pasien yang ditanggung korporasi dan asuransi mencapai 62%, naik dari 58%.

Joyce mengatakan pertumbuhan bisnis MIKA kini tidak lagi semata-mata mengandalkan peningkatan jumlah pasien, tetapi juga diarahkan pada peningkatan nilai dari setiap layanan kesehatan yang diberikan.

Penguatan layanan onkologi melalui pusat kedokteran nuklir menjadi salah satu langkah perseroan untuk meningkatkan kemampuan klinis dan menangkap pertumbuhan kebutuhan layanan kesehatan dengan kompleksitas yang lebih tinggi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan