Pangkas 26 jadi 3 Entitas, ID Food Ditargetkan Raup Rp40 Triliun di 2027
Oleh: Instagram @bumn_id
Kredit Foto: ID FOOD
Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mendorong transformasi Holding BUMN Pangan ID Food berjalan secara menyeluruh. Mencakup penyederhanaan struktur perusahaan, perbaikan model bisnis, tata kelola, serta penguatan kultur dan mentalitas organisasi.
ID Food menyampaikan komitmen merampingkan struktur dari 26 entitas menjadi tiga entitas pada akhir 2026. Langkah ini menjadi fondasi transformasi ID Food menuju TradingCo yang lebih solid dan terintegrasi.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menegaskan bahwa streamlining harus dilakukan secara serius dan fundamental. Tidak hanya melalui restrukturisasi perusahaan, tetapi juga pembenahan sistem, governance, kultur, dan mentalitas.
"Saya berharap proses streamlining ini betul-betul dilakukan dengan serius. Tidak hanya berkaitan dengan restrukturisasi perusahaan atau perampingan perusahaan, tetapi jauh lebih fundamental adalah kultur, budaya, governance, mentality," ujar Dony dikutip dari posting Instagram akun resmi @bumn_id, Jumat (11/9/2026).
Dengan transformasi tersebut, ID Food diarahkan memiliki kapabilitas dan skala yang semakin kuat untuk menjadi salah satu perusahaan perdagangan dan distribusi pangan terbesar di Indonesia.
"Streamlining itu apa yang sudah ditugaskan, kita inline, yang targetnya tahun ini adalah selesai," kata Manajemen ID Food merespons arahan Dony.
Baca Juga: Danantara: PNM Bakal Masuk Kopdes untuk Berantas Rentenir di Desa
Baca Juga: Danantara Soal Bangunan Kopdes di Gunung: Buat Tekan Kebocoran Subsidi dan Inflasi
Baca Juga: BGN Sewa Gedung Merah Putih di Atas Harga Pasar, Danantara Klaim Telkom Tak akan Rugi
Saat ditanyai Dony berapa target keuntungan pasca perampingan, manajemen ID Food memproyeksikan bisa tembus hingga Rp40 triliun, dengan margin sekitar Rp1,6 triliun.
Menanggapi jawaban tersebut, Dony meminta angka margin tersebut dinaikan hingga Rp4 triliun.
"Kalau kita bisa naikin Rp4 triliun, nanti tentu akan semakin besar ID Food-nya. Karena semua perdagangan yang under BUMN itu akan melewati ID Food nantinya. Jadi akan kuat. Tinggal sistem-sistemnya harus kita benahi," tuturnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Dian Ihsan